Presiden Filipina Duterte Perpanjang Status Bencana Covid-19 Setahun Sambil Marah-marah

Presiden Filipina Duterte Perpanjang Status Bencana Covid-19 Setahun Sambil Marah-marah
Presiden Filipina Rodrigo Duterte (foto inews)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Status keadaan bencana Filipina diperpanjang Presiden Rodrigo Duterte hingga setahun mendatang terkait pandemi Covid-19.

Dengan status itu, pemerintah punya kewenangan mengeluarkan dana darurat lebih cepat untuk memerangi pandemi serta menerjunkan polisi dan tentara untuk menegakkan hukum dan ketertiban.

Duterte pertama kali memberlakukan keadaan bencana pada Maret saat jumlah kasus infeksi virus corona hampir 200 orang serta belasan kematian. Namun kini Filipina memiliki 290.000 lebih kasus infeksi yang merupakan tertinggi di Asia Tenggara, di mana hampir 5.000 di antaranya meninggal dunia.

Pengumuman itu disampaikan dalam pidato di televisi pada Senin malam, seraya memarahi jajarannya yang dianggap tak becus memerangi pandemi Covid-19.

“Apa 'cukup' yang Anda inginkan? Ada rumah sakit, tempat tidur, dan rumah duka. Semuanya ada di sana," kata Duterte, seraya menyebut nama Wakil Presiden yang juga pemimpin oposisi, Leni Robredo, dalam pidatonya, seperti dikutip dari Associated Press.

“Anda tahu Leni, jika Anda mau, jika Anda benar-benar ingin membasmi Covid, mari kita semprot Filipina atau Manila dengan pestisida untuk membunuh semua. Satu-satunya hal yang dapat kita lakukan, sungguh, adalah memakai masker, memakai masker wajah, hanya itu, dan menunggu vaksin," kata Duterte.

Status bencana yang berlaku hingga September 2021 akan dimanfaatkan untuk menarik dana darurat dengan cepat di seluruh wilayah Filipina. Pejabat juga bisa mengontrol harga kebutuhan pokok, seperti beras dan minyak goreng.

Sementara itu aturan pembatasan aktivitas masyarakat dan pemberlakuan jarak sosial tetap berlaku seperti saat ini.