Presiden Bentuk Tim Intelijen Khusus Pengawas Tax Amnesty

12:04
2554
Presiden Jokowi sosialiasi kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) di Semarang, Selasa (9/8/2016)

SEMARANG (SenayanPost.com) – Untuk mengawasi pelaksanaan kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty), Presiden Jokowi telah membentuk tim intelijen khusus yang bertanggungjawab langsung kepada presiden. Hal itu menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjalankan UU tentang Pengampunan Pajak.

Pembentukan tim intelijen khusus untuk pengawasan pelaksanaan tax amnesty diungkapkan oleh Presiden Jokowi di Patra Jasa Semarang Convention Hotel, Jalan Sisimangaraja, Semarang, Selasa (9/8/2016) malam, sebagaimana dikutip dari laman Setkab.go.id, Rabu (10/8/2016).

“Pelaksanaan tax amnesty akan saya awasi sendiri. Saya sudah bentuk intelijen, BPKP, task force saya bentuk. Meski Menkeu (Sri Mulyani) punya sendiri, saya juga punya sendiri. Jangan ada yang berpikir saya tidak tahu,” tegas Presiden Jokowi.

(Baca juga: Imam Anshori Saleh: Negara Memanggil Pengusaha Bantu Kesulitan Anggaran )

Acara yang diikuti sebanyak 2.500 pengusaha itu menghadirkan pembicara, antara lain; Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Rini Soemarno, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad, Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Nanti kalau ada yang main-main, saya datang tidak dilayani, silakan lapor ke sini,” ujar Presiden Jokowi, seraya menunjukkan nomor aduan 08112283333. Ribuan pengusaha serta merta  memfoto dan mencatat nomor itu.

Jokowi menegaskan, pemerintah serius ingin menambah pemasukan kas negara melalui pajak yang selama ini tidak disetorkan dari harta yang disembunyikan. Sebagai bukti keseriusan pemerintah, sosialisasi tax amnesty bahkan dilakukan langsung oleh Presiden.

“Kenapa kita ngotot sekali sampai sosialisasi tax amnesty dilakukan Presiden? Apa manfaatnya? Kalau berhasil, penguatan nilai tukar rupiah pasti (terjadi). Ada yang simpan dolar hati-hati, terutama eksportir suka simpan-simpan dolar. Hati-hati (nillai tukar) naik, nanti turun bingung,” jelas Presiden Jokowi.

(Baca juga: Ketimbang Sembunyikan Aset, WP Sebaiknya Ajukan Tax Amnesty )

Lalu manfaat lain adalah meningkatkan cadangan devisa negara. Jokowi menyebut meski baru 3 pekan diberlakukan, UU tax amnesty sudah menyumbang devisa negara.

“Ini baru masuk sedikit (meningkatkan cadangan devisa – red), dari US$ 103 miliar sekarang US$ 111 miliar. Meloncat, negara lain tergerus devisanya karena penguatan dolar, kita naik,” papar Presiden Jokowi. (ZSR)

Comments

comments