EkonomiNasional

Prediksi Pengamat, Ekonomi RI Tumbuh Tak Lebih 5,1 Persen

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Siang hari nanti, Senin (7/5/2018), Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis tentang data pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2018. Para pengamat ekonomi memprediksi pertumbuhannya tidak lebih dari 5,1%.

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics & Finance (INDEF), Bhima Yudhistira memprediksi pertumbuhan ekonomi RI di kuartal I tahun ini sebesar 5,07% (yoy). Alasannya konsumsi rumah tangga yang masih sedikit terkontraksi, ditunjukkan oleh data indeks penjualan riil yang melambat khususnya pembelian durable goods atau barang tahan lama.

“Penjualan kendaraan khususnya roda empat Januari-Maret tumbuh 2,8% (yoy) lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya. Khusus untuk penjualan kendaraan pribadi justru anjlok -2,3% (data Gaikindo),” kata Bhima, Minggu (6/5/2018).

Bhima menambahkan, porsi konsumsi rumah tangga yang dominan sebesar 56% terhadap PDB diperkirakan tumbuh stagnan 4,9-5%. Hal itu menjadi indikasi awal bahwa ekonomi masih belum berada ditahap ekspansi.

“Dari sisi investasi masih belum ada kenaikan yang signifikan berhubung faktor musiman awal tahun biasanya realisasi investasi kecil, baru di semester II akan terlihat adanya kenaikan. Pertumbuhan investasi prediksinya 7%. Porsi investasi diperkirakan sebesar 31% dari PDB,” tambahnya.

Selain itu dari sisi ekspor, Bhima melihat masih landai, sebab pada periode Januari-Februari tercatat defisit neraca perdagangan. Sementara surplus pada bulan Maret lebih diakibatkan perlambatan impor yang hanya tumbuh 2,13% dari bulan sebelumnya.

“Motor pendorong triwulan I berasal dari belanja pemerintah yang realisasinya lebih baik dari tahun lalu,” ujar Bhima.

Sementara Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi ekonomi RI di 3 bulan pertama tahun ini tumbuh 5,10%. Prediksi itu lebih tinggi dari realisasi periode yang sama tahun lalu 5,01%, namun lebih rendah dari kuartal terakhir tahun lalu 5,19%.

Dia juga memprediksi pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh sekitar 4,98-4,99%. Andil pertumbuhan masih bersumber dari peningkatan konsumsi rumah tangga dan investasi (PMTB/Pembentukan Modal Tetap Bruto).

“Peningkatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga ditopang oleh daya beli masyarakat yang terjaga. Terjaganya daya beli masyarakat terlihat dari peningkatan pendapatan masyarakat, peningkatan realisasi penyaluran bantuan sosial. PMTB diperkirakan tumbuh sekitar 7,30%, terindikasi dari realisasi investasi bangunan yang meningkat sepanjang kuartal I tahun ini serta peningkatan investasi non-bangunan ditunjukkan dengan kenaikan laju impor barang modal,” terangnya.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close