Nasional

Praka Wahyudi Tulang Punggung Keluarga

PEKANBARU (SenayanPost.Com) – Praka Wahyudi, anggota Detasemen Artileri Pertahanan Udara Rudal-004 Dumai, Riau, yang tewas saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Rokan Hilir, Riau dikenal sebagai tulang punggung keluarga.

Sebelum wafat, korban dikabarkan hilang sejak Kamis (18/8/201). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa siang (23/8/2016). Komandan Resor Militer 031/WB Brigjen TNI Nurendi mengatakan, Praka Wahyudi ditemukan dengan bekas luka bakar yang cukup memprihatinkan.

Baca juga: Prajurit TNI Gugur Saat Padamkan Kebakaran Hutan

“Cukup memprihatinkan karena terbakar. Kaos, celana loreng compang-camping, sepatunya juga terbakar,” katanya.

“Bertugas di Dumai sejak 2010. Selama yang saya kenal, almarhum merupakan tulang punggung keluarga, termasuk membiayai uang sekolah ketiga adiknya,” kata rekan korban, Pratu Solikhin di Pekanbaru, Rabu (24/8/2016).

Bahkan, teman-teman satu angkatannya di Denrudal-004 Dumai sering membantu korban saat kesulitan finansial. Hal itu dilakukan karena korban memiliki hubungan yang baik dengan rekan-rekan angkatannya.

“Kepribadiannya ramah. Baik dengan teman-temannya. Tidak pernah ada masalah, baik dengan teman maupun atasan,” lanjutnya.

Selain itu, ia juga mengatakan, Praka Wahyudi dikenal taat beribadah. Dia mengatakan cukup kehilangan dengan kepergian teman seangkatannya yang mulai bertugas di Kota Dumai sejak 2010.

Wahyudi yang sebelumnya berpangkata Prajurit Satu mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Prajurit Kepala (Praka) atas jasanya yang menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Desa Labuhan Tangga, Kecamatan Bangko, Rokan Hilir.

Senada dengan Pratu Solikhin, Danrem 031/WB Brigjen TNI Nurendi yang juga menjabat sebagai Dansatgas Karhutla Riau mengatakan bahwa kepribadian Praka Wahyudi dikenal penurut dan baik.

“Orangnya tidak banyak bicara. Selalu menurut apa yang diinginkan orang tua, maka ini terbawa ke satuan. Patuh dan taat pimpinan. Dapat perintah untuk pemadaman, dia langsung berangkat sebelum dipastikan hilang Kamis kemarin,” kata Nurendi.

Pada Rabu hari ini, jenazah korban diterbangkan dari Pekanbaru ke Magetan, melalui Bandara Adisutjipto, Yogyakarta. Sebelum diterbangkan ke Yogyakarta, dilakukan upacara pelepasan jenazah di halaman Apron Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Rabu (24/8/2016) sekitar pukul 06.00 WIB pagi tadi.

Upacara dipimpin langsung Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan dihadiri Danrem 031/WB Brigjen TNI Nurendi, Kapolda Riau Brigjen Pol. Supriyanto, Kepala BPBD Riau Edwar Sanger serta unsur pimpinan daerah lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Riau menyampaikan, atas nama masyarakat dan pemerintah, turut berduka cita atas gugurnya Praka Wahyudi. Andi, begitu sapaan akrabnya juga menyampaikan agar Satgas Karhutla ikut mengantarkan jenazah korban sampai ke kampung halamannya di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. (ANT)

KOMENTAR
Lihat selanjutnya
Close