Prabowo: TNI adalah Alat Kebangsaan, Tak Boleh Ikut Berpolitik

Prabowo: TNI adalah Alat Kebangsaan, Tak Boleh Ikut Berpolitik

06/30

Prabowo: TNI adalah Alat Kebangsaan, Tak Boleh Ikut Berpolitik

prabowo, tni/polri, netral, pilpres

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Aparat TNI dan Polri diminta tidak menjadi alat politik penguasa. Kaena TNI dan Polri merupakan alat negara yang mesti menjaga kedamaian terutama jelang Pilpres 2019.

“Tentara tidak boleh menjadi alat politik. Tentara adalah alat kebangsaan,” kata capres Prabowo Subianto, dalam pidatonya saat membuka pembekalan nasional PAN di Jakarta, Minggu (16/9/2018

Baca Juga

Mantan Komandan Jenderal Kopassus ini menyatakan TNI beserta polisi dan lembaga negara lainnya tak boleh ikut berpihak atau menjadi partisipan pada pesta politik di pilpres mendatang.

“Demikian juga polisi dan semua lembaga-lembaga pemerintahan menjadi alat bangsa dan negara. Bukan menjadi alat salah satu partisipan politik,” tutur Prabowo.

Prabowo mengaku tak ingin kembali lagi ke rezim Orde Baru. Dia bercerita ketika itu bahkan muncul lelucon jika ingin menjadi kepala daerah seperti bupati, maka tidak perlu menempuh pendidikan di universitas, melainkan cukup menjadi tentara saja.

Pada 1998 saat tuntutan reformasi, Prabowo bahkan mengklaim dirinya merupakan salah satu tentara yang berjuang untuk menghentikan keikutsertaan tentara dalam pemerintahan.

“Kami bekerja meyakinkan dari dalam bahwa tentara harus keluar dari politik, tentara harus menjadi milik rakyat. Kami di dalam sudah mulai komunikasi dengan tokoh sipil, karena itu hubungan saya dengan Amien Rais sudah berlangsung belasan tahun sebelum reformasi,” ucap Prabowo. (JS)