Hukum

Prabowo Minta Rektor Baru Unhan Bentuk Fakultas Kedokteran Mililter

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meminta rektor baru Universitas Pertahanan (Unhan) untuk membentuk fakultas kedokteran militer.

Prabowo menyampaikan itu saat melantik Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal) Laksamana Muda TNI Amarulla Octavian menjadi rektor Universitas Pertahanan (Unhan).

Amarulla Octavian resmi menjadi Rektor Unhan menggantikan posisi Letnan Jenderal TNI Tri Legionosuko yang telah dimutasi jadi dosen tetap di Unhan sesuai Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/385/IV/2020 tanggal 9 April 2020. Dalam surat tersebut ada 329 perwira tinggi TNI yang dimutasi.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyebutkan prosesi serah terima jabatan Rektor Unhan tersebut memiliki makna yang penting di dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi Kemhan RI.

“Pergantian Rektor Unhan ini tentunya merupakan bagian dari dinamika organisasi di lingkungan Kemhan. Selain itu, juga bertujuan untuk menjamin kesinambungan proses penyelenggaraan tugas dan fungsi pertahanan negara,” tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (15/4/2020).

Prabowo juga memberikan tugas kepada Rektor Unhan yang baru untuk segera menyiapkan pembentukan fakultas kedokteran militer dalam rangka membantu pemerintah menanggulangi penyebaran virus corona atau covid-19 di Tanah Air.

“Beberapa program studi direncanakan untuk menghasilkan para perwira Korps Kesehatan TNI yang cakap melaksanakan operasi militer selain perang (OMSP) menghadapi wabah penyakit, seperti Covid-19 saat ini,” katanya.

Selain itu, kata Prabowo, Unhan juga harus memiliki fakultas farmasi militer yang nantinya bisa bekerja sama dengan seluruh dokter Indonesia meneliti dan menyiapkan obat-obatan yang dibutuhkan oleh rakyat Indonesia.

“Beberapa fakultas dan program studi seiring pesatnya teknologi informasi di era Revolusi Industri 4.0 juga menjadi penekanan Menteri Pertahanan RI,” ujarnya.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close