Politik

Prabowo Galang Dana, Habiburokhman Sebut Gerindra Tak Punya Uang

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menggalang dana dari masyarakat. Menurut Ketua DPP Partai Gerindra Bidang Advokasi Habiburokhman penggalangan dana itu digulirkan untuk memfasilitasi keinginan para simpatisan untuk terlibat dalam perjuangan Partai Gerindra.

“Masyarakat yang enggak bisa beraktivitas tapi mau sumbang, misal Rp50 ribu,” kata Habiburokhman di Jakarta, Selasa (26/6).

Ketika disinggung mengenai tudingan sejumlah pihak bahwa keuangan Partai Gerindra sedang bermasalah sehingga menempuh langkah tersebut, Habiburokhman tak menampik. Dia menegaskan, Partai Gerindra merupakan partai kecil.

“Memang Partai Gerindra ini partainya orang kecil. Kami ini orang kecil. Kayak Habiburokhman ini orang kecil, bukannya konglomerat. Jadi Bukan kehabisan uang, memang enggak punya uang,” kata dia.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebelumnya meluncurkan penggalangan dana melalui akun Facebook resminya pada Jumat (22/6).

Prabowo beralasan, pengumpulan dana itu sebagai cara mencegah kemerosotan demokrasi. Sebab jika modal politik hanya dari segelintir pihak, maka nantinya politisi yang didukung itu akan terbelenggu janji politik dengan para pemodalnya.

Habiburokhman mengatakan sejak diluncurkan beberapa hari lalu jumlah uang yang terkumpul dari para simpatisan mencapai sekitar Rp300 juta. Ia berharap, jumlah tersebut akan terus meningkat.

“Sekarang sudah lewat Rp300juta, kalau sebulan bisa sekitar Rp3 miliar. Dua tiga bulan mungkin bisa belasan miliar, itu belum berkampanye. Kalau sudah berkampanye bisa lebih besar lagi,” ujar Habiburokhman.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah mengatakan penggalangan dana dilakukan Prabowo karena dia tak memiliki uang yang cukup untuk maju sebagai calon presiden pada pilpres 2019.

Fahri menilai Prabowo tidak memiliki sumber pemasukan selain dari bisnis pribadi.

“Prabowo itu bingung karena dia tidak berkuasa. Saya mendengar malah bisnis-bisnisnya pun seperti dihambat, akhirnya tidak punya uang. Begitu mau maju lagi, dari mana sumbernya? Tidak ada pembiayaan,” ujar Fahri.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera ini mengatakan biaya pencalonan presiden tidak murah.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, Fahri menyebut modal pencapresan minimal mencapai Rp2,5 triliun hingga Rp5 triliun.

Fahri juga menilai Prabowo kesulitan mengumpulkan modal karena banyak pengusaha yang takut menyumbang uangnya untuk pencapresan Prabowo.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close