Prabowo Diundang ke AS, Demokrat: Sudah Clear

Prabowo Diundang ke AS, Demokrat: Sudah Clear

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan, mengungkapkan kunjungan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto ke Amerika Serikat (AS)  tidak perlu dipermasalahkan lagi.

Kunjungan Prabowo Subianto itu untuk memenuhi undangan dari pemerintah setempat, dalam hal ini Menhan AS, James Mattis.

"Karena ini atas undangan USA, maka secara eksplisit Prabowo sudah clear," tegas Syarief kepada wartawan, Kamis (15/10/2020).

Dijelaskannya, Prabowo ke Negeri Paman Sam untuk meningkatkan hubungan baik atau kerja sama antar kedua negara.

"Sangat baik untuk meningkatkan hubungan Indonesia USA sekaligus menjaga keseimbangan hubungan kita dengan negara-negara lain," tekan Syarief yang juga Wakil Ketua MPR RI ini.

Sebelumnya, Amnesty International dan sejumlah lembaga menyurati Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo. Isi suratnya adalah mengkritik tentang pencabutan larangan Prabowo untuk masuk AS.

Sebab menurut mereka, Prabowo yang diizinkan bertandang ke AS berpotensi melanggar Hukum Laehy. Maka dari itu, diminta mereka agar undangan serta pencabutan larangan Prabowo untuk masuk AS segera dibatalkan.

"Undangan ke Prabowo Subianto harus dibatalkan jika dimaksudkan untuk memberinya kekebalan atas kejahatan kekejaman yang dituduhkan kepadanya," begitu sebagian petikan dari isi surat tersebut.

Selain ditandatangani oleh Amnesty International Indonesia, surat itu juga ditandatangani oleh Amnesty International USA, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Imparsial, Public Interest Lawyer Network (Pil-Net), Public Virtue Institute, Indonesia Corruption Watch (ICW), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), LBH Pers, Asia Justice and Rights (AJAR), Setara Institute, dan Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir (KASUM). (Jo)