Politik

Prabowo Dinilai Lebih Elegan Masuk Jajaran Watimpres

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Spekulasi siapa yang akan mengisoi menteri kabinet Jokowi jilid II terus beredar. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Prabowo Subianto bakal menduduki kursi Menteri Pertahanan (Menhan). Meskipun isu tersebut langsung dibantah oleh elite Ketua Umum Gerindra.

Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya sudah memastikan tidak ada pembicaraan mengenai Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk menjadi menteri pertahanan atau menteri koordinator politik, hukum, dan keamanan di kabinet Jokowi periode mendatang.

Soal kabar ini, pengamat Politik, Ireng Maulana menilai akan sangat riskan buat Prabowo mengambil posisi tersebut.

“Posisi Menhan akan menjadikan dirinya menjadi bawahan presiden yang notabene adalah Jokowi yang dua kali bertarung dengan dirinya pada Pilpres. Bawahan tidak lagi sejajar apapun dalihnya,” kata Ireng, alumni Lowa State University, lowa (IA) Amerika Serikat, Program Master of Art in Political Science ini, Selasa (8/10/2019).

Dia menilai sampai saat ini Prabowo masih diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan politik arus utama.

Mengincar posisi menhan, pandangan Ireng, Prabowo sama seperti menggali penolakan yang dalam atas dirinya oleh para pendukung yang sudah terlanjur loyal, dan mereka akan menyimpan ingatan tentang Prabowo yang ternyata hanya mementingkan jabatan.

“Ketika Prabowo sudah mempersempit ruang perannya sendiri dengan menjadi Menhan, itu sama saja mengerdilkan arti penting dirinya sebagai tokoh politik,” tegas Ireng.

Menurut Ireng, Prabowo tidak perlu menjadi menhan mengingat kapasitas dirinya diperlukan bersama kekuatan bangsa lainnya untuk memback-up pemerintah dalam urusan kepentingan nasional yang jauh lebih besar dan lebih krusial.

“Apabila kepentingan untuk mendukung pemerintahan Jokowi direpresentasikan dengan menempati jabatan tertentu, maka mungkin akan lebih elegan jika Prabowo mau mewakafkan dirinya masuk dalam jajaran Watimpres sehingga pikiran-pikiran dan keberpihakannya terhadap kemajuan negara akan lebih langsung memperkuat gerak langkah kepemimpinan Jokowi,” katanya.

Pada peran ini, Prabowo akan lebih bisa memperlihatkan kelasnya sebagai tokoh, dan bukan sebagai bawahan atau pembantu presiden seperti menteri dalam kabinet. Publik tentu ingin menyaksikan kolaborasi yang konstruktif dari para tokoh misalkan antara Jokowi dan Prabowo dalam konteks Presiden dan Watimpres.

Walaupun Gerindra misalkan memang dalam prosesnya menghendaki kursi menhan, mungkin lebih baik menyiapkan orang lain yang sesuai untuk posisi tersebut karena kursi Menhan tidak sepadan dengan dinamika politik yang telah dilalui Prabowo sebagai aktor politik.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close