Politik

PPP: Silaturahmi ke Kiai Pesantren Bukan Kampanye

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Waketum PPP Arwani Thomafi menilai berlebihan jika berkunjung atau silaturahmi ke rumah kiai di pesantren dianggap sebagai kampanye. Apalagi rumah kiai itu adanya memang di dalam pesantren.

“Jadi, kalau berkunjung ke pesantren harusnya tetap diperbolehkan asalkan tidak masuk ke dalam ruang-ruang pendidikan,” tegas anggota Komisi III DPR itu di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Menurut Arwani, yang namanya pesantren itu luas. Di dalamnya ada rumah kiai, ustadz, dan ruang-ruang pendidikan. Karena itu, kalau yang dimaksud kampanye itu di lembaga pendidikan itu di ruang kelas atau di tempat ibadah itu bisa dipahami.

Tapi, kalau tempatnya di kediaman kiai itu berbeda. Sehingga masih dibolehkanlah. “Masak kalau rapat-rapat tim kampanye di rumah saya, masa tak boleh. Saya sebagai caleg, saya sebagai pimpinan partai, masa tak boleh di rumah saya sendiri. Ya rumah saya di dalam pesantren,” jelas Arwani.

Kecuali kalau tempatnya di sekolah, ruang madrasah, ruang pendidikan atau masjid itu tidak boleh. “Kalau di rumah pribadi masak tak boleh,” pungkasnya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close