Politik

PPP: Amien Rais, Sudahlah Jangan Perkosa Agama untuk Politik

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pernyataan kontroversi kembali dilontarkan tokoh politik Indonesia. Masih terngiang pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto soal ramalan Indonesia bakal bubar tahun 2030, pernyataan tak kalah mengagetkan keluar dari mulut Amien Rais.

Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni 212 ini tiba-tiba saja mendikotomikan partai-partai politik di Indonesia jadi dua kutub, partai setan dan partai Allah.

“Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbusy syaithan,” sebut Amien dalam tausiyah usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jumat (13/4).

“Orang-orang yang anti Tuhan, itu otomatis bergabung dalam partai besar, itu partai setan. Ketahuilah partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya… Tapi di tempat lain, orang yang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, Partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan,” lanjutnya.

Tapi, saat dikonfirmasi, pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) ini enggan membeberkan partai apa saja yang masuk kategori hizbus syaithan.

“Saya enggak katakan begitu. Jadi bukan partai, tapi cara berpikir. Cara berpikir yang untuk Allah dan yang diikuti oleh setan. Gelombang pro setan merugi, gelombang besar yang didikte kehendak Allah pasti menang,” kata dia mengelak.

Ia mengatakan, perubahan suatu negara tak lepas dari perubahan politik. Dengan kata lain, ia menegaskan politik adalah panglima dalam perubahan.

“Perubahan ekonomi, perubahan pendidikan, penegakan hukum, penegakan akhlak, dan lain-lain itu tergantung kepada kekuasaan politik itu,” kata Amien.

Perubahan kekuasaan politik di Indonesia, kata dia, harus diperjuangkan mulai saat ini. Indonesia pada tahun ini menggelar pemilihan kepala daerah serentak di 171 daerah (provinsi, kabupaten, kota). Selanjutnya, tahun depan bakal digelar pemilu legislatif dan pemilihan presiden.

“It’s now or never (sekarang atau tidak sama sekali). Tomorrow, next year, will be too late (esok, tahun depan, sudah terlambat). Jadi tahun depan ini adalah penentuan yang lebih meyakinkan lagi. Kalau kita biarkan kekuasaan hizbusy syaithan, setan enggak pernah bisa kompromi,” lanjutnya.

Menanggapi pernyataan Amien itu, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengatakan, seorang pemimpin mestinya bijak dalam berucap agar tak memprovokasi masyarakat.

“Yang tahu partai Allah atau bukan itu kan Allah, bukan Amien Rais. Saya kira yang disampaikan Amien Rais itu terlalu simplistik karena yang disebut partai Allah itu asasnya Islam. Jadi, kalau kemudian asasnya bukan Islam, bagaimana bisa disebut partai Allah,” kata pria yang biasa disapa Gus Romi ini, Jumat (13/4).

“Yang perlu ditanyakan adalah partai yang disebut (Amien) tadi berasas Islam atau bukan? Wong asasnya Islam saja belum tentu kemudian dikatakan partai Allah, apalagi yang asasnya bukan Islam,” sambung Romi.

Romi menyatakan, partai setan tak ada di Indonesia. Sebab, seluruh rakyat akan dengan sendirinya menolak partai-partai yang tak mengakui adanya Tuhan YME.

Untuk itu, dia meminta seorang pemimpin mestinya menjaga ucapan dan pervuatan agar tak memprovokasi masyarakat.

“Sebagai pemimpin semestinya semakin bijak bukan semakin memancing polemik dan provokasi serta agitasi dari massa pemilih di tingkat bawah. Sebab, kalau hal seperti ini ditanggapi oleh massa pemilih di tingkat bawah nanti mereka marah, yang repot adalah yang menyampaikan. Sudahlah jangan memperkosa agama untuk kepentingan politik sesaat, kan kemarin agama dan simbol-simbolnya sudah diperkosa sedemikian rupa selama proses politik yang berjalan belakangan ini,” katanya. (WW)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close