PendidikanTak Berkategori

PPDB Indonesia Menjadi Bahan Tertawaan Dunia

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com — Pengamat pendidikan, Aza El Munadiyan menegaskan, sistem zonasi yang diberlakukan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Keresahan ini sudah muncul sejak diberlakukannya sistem zonasi tersebut dan terus berlangsung hingga saat ini,

Menurut pengamat pendidikan, Aza El Munadiyan permasalahan yang kembali muncul dalam PPDB tahun 2019 akibat kualitas dan kuantitas pendidikan Indonesia tidak mengalami perbaikan signifikan.

“Zonasi sekolah tidak akan menjadi masalah apabila pemerintah terlebih dahulu menyelesaikan permasalahan kuantitas sekolah dengan jumlah calon peserta didik dan standar kualitas sekolah yang merata di semua wilayah. Akibatnya akan terus berlangsung bertahun-tahun kisruh ketika PPDB,” jelas Aza di Yogyakarta, Kamis.

Kebijakan zonasi ini, ujarnya,  merupakan kebijakan Menteri Pendidikan paling aneh sejak Indonesia merdeka. “Menerima siswa berdasarkan jarak rumah dengan sekolah. Ketika negera lain berlomba-lomba mencari siswa terbaik Indonesia bersaing mencari rumah terdekat dengan sekolah untuk mencari siswa. Dunia mentertawakan pendidikan Indonesia,” ujar Aza

Aza melanjutkan penjelasannya bahwa pemerintah abai dalam persoalan kualitas pendidikan.

“Alasan  pemerataan akses, namun  pada sisi kualitas diabaikan. Lebih mirisnya Mendikbud ingin mendorong peningkatan kualitas lulusan secara instan dengan membagi siswa yang berprestasi di berbagai sekolah tidak menumpuk di satu sekolah. Mendikbud abai tentang peningkatan kualitas guru sebagai cara jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” papar Aza.

“Dampak kebijakan zonasi ini lagi-lagi mengorbankan siswa. Siswa yang ingin mendapatkan pendidikan berkualitas akhirnya hanya bisa memilih sekolah dengan kualitas ala kadarnya di dekat rumahnya,” tutup Aza. (**)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close