Lintas Daerah

Potensi Zakat di DIY Capai Rp150 Miliar

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengakui potensi zakat di Daerah Istimewa Yogyakarta cukup besar yakni mencapaiRp150 miliar per tahun. Namun realisasi pengumpulannya baru mencapai sekitar 10 persen.

Ketua Baznas DI Yogyakarta Bambang Sutiyoso, mengatakan, potensi besar zakat berasal dari aparatur sipil negara (ASN), kalangan swasta, juga dana-dana infak yang terkumpul dari 5000-6000 masjid.

“Dari perhitungan kami, jika satu masjid mendapatkan infak seminggu Rp200 ribu, maka dalam setahun potensi yang bisa dimanfaatkan sebagai zakat mencapai Rp12 miliar,” kata Bambang usai pembinaan 1.000 mustahik atau penerima zakat oleh Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Kantor Gubernur DI Yogyakarta, Selasa (5/6/2018).

Baznas menilai banyak masjid yang masih menyimpan dana infak dan membuat zakat yang terkumpul minim. Infak merupakan pengeluaran harta mencakup zakat dan nonzakat. Namun, kata Bambang, pemilahan zakat dari infak ini belum banyak dilakukan karena minimnya sosialisasi.

Selain dari infak, potensi besar zakat di DI Yogyakarta juga berasal dari kalangan ASN melalui zakat profesi. Saat ini potensi zakat dari ASN mencapai Rp3 miliar per tahun. Angka ini meningkat lima kali lipat sejak pertama kali Baznas mengelola zakat.

“Untuk memaksimalkan pengumpulan zakat, Baznas saat ini juga bekerja sama dengan kalangan universitas. Saat ini Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta sudah menjadi unit pengumpul zakat,” imbahnya.

Sedangkan distribusi zakat Baznas dua tahun ini meningkat. Selama 2017, Baznas DI Yogyakarta telah menyalurkan zakat sebesar Rp2 miliar. Sedangkan dari Januari sampai April 2018 tercatat Rp8,1 miliar.

Ke depan, Baznas berharap pengumpulan dan penyaluran zakat bisa membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan. Salah satu bentuknya, Baznas menyalurkan zakat untuk 57 ribu anak. (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close