Polwan Pelaku Pungli Rekrutmen Polisi Terancam Dipecat

Polwan Pelaku Pungli Rekrutmen Polisi Terancam Dipecat

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Polri akan menindak tegas oknum polisi wanita (Polwan) berinisial S yang diduga melakukan pungutan liar (pungli)  terhadap calon bintara polisi dalam rekrutmen pada April 2018 lalu. Polwan yang berpangkat Ipda tersebut diduga menerima uang pungli sebesar Rp 450 juta.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menjelaskan, internal Polri tidak akan memberikan toleransi kepada anggotanya yang melakukan pelanggaran kode etik.

“Setiap pelanggaran anggota baik berupa tindak pidana, garplin (pelanggaran disiplin) dan kode etik akan ditindak secara tegas sesuai aturan yang berlaku. Termasuk kejadian di Polda Jatim,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2018).

Menurut Dedi, pihaknya akan melakukan proses sidang kode etik terhadap oknum Polwan tersebut. Nantinya, dari hasil sidang itu, S akan dijatuhkan hukuman sesuai dengan kesalahan yang dilakukannya.

BACA JUGA: Janjikan Bisa Masuk Polisi, Polwan Raup Rp 450 Juta

“Sidang kode etik dapat PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat) anggota yang terbukti dinyatakan bersalah dan dapat dipidanakan,” kata Dedi.

Sementara itu, Asisten SDM Kapolri Inspektur Jenderal Polisi Eko Indra Heri mengatakan, Polri akan serius menindaklanjuti adanya penyimpangan, termasuk pungli dalam rekrutmen Polri.