Polsek Candipuro Lampung Dibakar Warga

Polsek Candipuro Lampung Dibakar Warga
Polsek Candipuro

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Kantor Polsek Candipuro, Lampung Selatan, Lampung, dibakar, Selasa (18/5/) pukul 23.15 WIB, diduga terkait kekecewaan terhadap penanganan aksi begal.

Berdasar informasi yang diterima CNNindonesia.com, kejadian pembakaran Mapolsek Candipuro itu bermula ketika ratusan warga Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, menyatakan ketidakpuasan mereka terhadap kinerja personel Polsek tersebut.

Aparat dianggap tidak bisa memberikan jaminan keamanan terhadap masyarakat Kecamatan setempat. Dalam aksinya, ratusan orang itu menyebut banyak kasus kejahatan jalanan seperti pembegalan bersenjata api terjadi berturut-turut dalam beberapa hari terakhir belakangan ini dan pelakunya tidak berhasil diungkap oleh aparat keamanan.

Sebelum aksi massa berujung pembakaran Mapolsek Candipuro, awalnya massa yang semula tidak terlalu banyak berkumpul sekitar pukul 19.30 WIB. Warga yang datang kemudian semakin banyak.

Mereka bersama-sama menuju Mapolsek Candipuro dan tiba di lokasi pukul 21.20 WIB. Awalnya, massa melakukan orasi meminta aparat Polsek setempat untuk segera menindak pelaku begal.

Tiba-tiba, aksi tersebut berubah menjadi aksi anarkistis usai ada yang melempari gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) menggunakan sejumlah benda tumpul seperti batu, kayu, dan lainnya.

Dua jam kemudian, pukul 23.15 WIB, aksi ratusan massa semakin brutal. Sejumlah orang melakukan pembakaran gedung utama Mapolsek Candipuro serta satu unit sepeda motor dinas Polsek setempat. Akibat kejadian ini, Kapolsek Candipuro serta dan beberapa anggota Polsek pergi menyelamatkan diri untuk menghindari amukan massa.

Berdasarkan beberapa rekaman video amatir warga yang didapat CNNIndonesia.com, ratusan massa yang mendatangi Mapolsek Candipuro tampak berteriak-teriak, melempari Mapolsek.

Tak lama, terdengar suara massa berteriak "bakar wae" (bakar saja) dan "hancurkan".

Massa tersebut, tiba-tiba langsung membakar sepeda motor tepat di depan kantor Mapolsek Candipuro dan berlanjut membakar kantor tersebut. Saat itu juga, kobaran api membesar dan melahap bangunan. Dari kejadian tersebut, belum diketahui secara pasti adanya korban jiwa atau tidak.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, Selasa (18/5) tengah malam, kobaran api tampak terlihat masih membakar hampir seluruh bangunan utama Mapolsek Candipuro dan satu unit kendaraan sepeda motor juga ikut dibakar massa.

Di lokasi kejadian, beberapa anggota personel dari Koramil 0421-07/Sidomulyo, Lampung Selatan, yang tiba di lokasi langsung mengamankan TKP.

Selang beberapa jam kemudian, personel dari Polres Lampung Selatan dengan senjata lengkap tiba di lokasi, yang kemudian disusul oleh mobil Damkar juga tiba di lokasi dan langsung memadamkan api yang membakar Mapolsek Candipuro.

"Informasinya, tidak ada tahanan saat terjadinya pembakaran Mapolsek Candipuro oleh ratusan massa tersebut," kata salah seorang warga setempat kepada CNNIndonesia.com saat ditemui di sekitar lokasi kejadian, Selasa (18/5) malam.

Warga yang mengaku hanya menyaksikan kejadian pembakaran itu dari kejahuan itu menyebut setidaknya dua gedung dan satu kendaraan dibakar massa.
diketahui sedang dalam perjalan pulang ke rumahnya di Desa Way Gelam setelah berlebaran di rumah kerabatnya di Desa Beringin Kencana.

"Kalau korban jiwa, sepertinya tidak ada. Dari aksi anarkis massa itu, sepeda motor Bhabinkamtibmas dan dua gedung Mapolsek Candipuro jadi sasaran amukan massa dan dibakar hingga luluh lantak," ungkapnya, yang tak menyebutkan identitas dirinya itu.

Setelah melakukan perusakan dan pembakaran, ratusan massa tersebut langsung membubarkan diri.

Menurut keterangan warga setempat lainnya, ratusan warga itu mendatangi Mapolsek Candipuro meminta pihak kepolisian untuk segera menuntaskan aksi kejahatan yang semakin marak, pembegalan dan penodongan menggunakan senjata api (senpi) di wilayah Kecamatan Candipuro yang terjadi beberapa hari terakhir.

"Jadi massa ini datang minta solusi kepada pihak Polsek terkait maraknya aksi begal menggunakan senjata api, karena massa yang datang ini banyak diiringi rasa kekecewaan dan kekesalan mereka semakin anarkis, entah gimana, siapa yang mulai tiba-tiba sudah bakar Mapolsek," ujarnya kepada CNNIndonesia.com ditemui di lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian Polres Lampung Selatan maupun Polda Lampung.

Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan insiden itu terkait dengan ketimpangan personel dengan jumlah warga yang harus diayomi.