Hukum

Polri: Keluarga Berhak Tolak Jenazah Pelaku Bom

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Polisi mempersilakan jika ada keluarga yang menolak menerima dari jenazah pelaku yang diduga melakukan pengeboman. Menurut Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto, penolakan itu merupakan hak keluarga yang bersangkutan.

“Ya enggak bisa dipaksakan kalau menolak hak dia (keluarga),” kata Setyo di Jakarta, Senin (14/5) malam.

Ia menerangkan jenazah akan dimakamkan di tempat pemakaman yang sudah disediakan pemerintah. Ia menegaskan ada prosedur khusus untuk pemakaman orang tak dikenal dan bakal dimakamkan oleh pemerintah.

“Kalau di Jakarta ada di Pondok Ranggon. Pemakaman untuk orang tak dikenal dan ditolak jasadnya ada lokasi untuk dimakamkan,”ujar dia.

Pelaku bom di tiga gereja di Surabaya diketahui adalah satu keluarga. Mereka adalah Dita Supriyanto, Puji Kuswati dan ke empat anaknya yang masih di bawah umur.

Dita menyerang Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuno. Ia naik mobil Avanza dan menabrak ke arah gereja hingga terjadi ledakan.

Puji Kuswati dan dua anaknya meledakkan bom di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro Surabaya. Ia datang ke gereja jalan kaki bersama dua anak perempuannya.

Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya, bom bunuh diri dilakukan oleh dua anak laki- laki Dita. Polisi mengaku belum mendapat kabar lebih lanjut terkait pemakaman keluarga pengebom ini.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close