Kriminal

Polri Bergerak Selidiki Negara Rakyat Nusantara yang Tak Akui NKRI

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Usai digegerkan dengan kemunculan Keraton Agung Sejagat di Purworejo dan Sunda Empire di Bandung, publik kembali dihebohkan dengan Negara Rakyat Nusantara.

Sebuah video pernyataan sikap Negara Rakyat Nusantara yang diunggah di akun YouTube tahun 2015 itu kembali ramai dan viral di media sosial.

Dalam video itu terlihat dua orang laki-laki sedang duduk di meja dengan latar belakang bendera berwarna merah, putih, hitam dan bergambar bintang di pojok kiri atasnya.

Seorang pria berbaju hijau menyampaikan pernyataan sikap bahwa Negara Rakyat Nusantara adalah negara yang sedang diperjuangkan dan mewakili rakyat-rakyat Bangsa Nusantara yang sebelumnya sudah ada, sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, kondisi NKRI saat ini sedang mengalami kebuntuan dan kritis dengan sistem negara yang sudah busuk. Sejak 70 tahun merdeka, NKRI, katanya, tidak berhasil menegakkan kemanusiaan, persatuan, keadilan di tengah masyarakat. Selain itu juga gagal memberi kesejahteraan dan keamanan bagi bangsa.

“Kondisi yang membusuk ini lah yang kita nyatakan harus merelakan membubarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucapnya.

Mereka mendeklarasikan 10 sikap Negara Rakyat Nusantara sebagai resolusi bangsa-bangsa Nusantara dan Papua Barat:

1. Negara Rakyat Nusantara mewakili rakyat bangsa-bangsa di Nusantara dan Papua Barat. NKRI mewakili rakyat bangsa Indonesia.

2. Bahwa kedaulatan bangsa Indonesia yang lahir dari sumpah pemuda perlu ditanyakan, atas dasar apa lahirnya Indonesia. Apakah sumpah pemuda adalah bentuk kontrak sosial dalam perjuangan melawan para penjajah atau membentuk negara Perserikatan Bangsa-bangsa. Indonesia diduga telah menyalahi aturan dari lahirnya suatu bangsa, seperti kesamaan ras, bahasa, adat istiadat, sejarah, dan kepemilikan wilayah.

3. Lahirnya Indonesia pada saat itu terjadinya penyusupan kepentingan kelompok tertentu, dengan memperalat para pemuda bangsa nusantara, sehingga timbul kecelakaan sejarah, yaitu lahirnya sebuah bangsa yang tidak memiliki hukum dasar dan norma lahirnya bangsa itu sendiri.

Sehingga kecelakaan sejarah ini kemudian mendorong perjuangan pendirian Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai alat dari kepentingan kelompok dari berdirinya negara hingga saat ini. Negara Rakyat Nusantara dan Papua Barat mengajak NKRI untuk segera menyelesaikan persoalan ini dengan mengembalikan kedaulatan bangsa- bangsa kepada pemiliknya yang sah, dengan penentuan nasibnya sendiri atau membubarkan NKRI menjadi negara-negara merdeka.

4. Hak kedaulatan bangsa-bangsa di Nusantara dan Papua Barat, merupakan hak kedaulatan tertinggi untuk menegaskan kepemilikan wilayah bangsa-bangsa tersebut sebagai takdir Tuhan, sehingga wilayah originnya tidak terjajah.

5. Kedaulatan rakyat harus diwujudkan dalam negara-negara merdeka di Nusantara, meliputi penduduk asli dan penduduk campuran yang mendiami negara tersebut.

6. NKRI adalah negara yang tidak diakui secara yuridis oleh dunia internasional, namun diakui secara defacto. Sedangkan yang diakui oleh dunia internasional adalah Negara Republik Indonesia Serikat (RIS), tetapi Negara Rakyat Nusantara menolak RIS karena tidak menapakkan posisi yang sejajar dengan negara lain.

7. NKRI hanya berbentuk negara boneka dari kepentingan internasional untuk menguasai hasil-hasil kemakmuran yang ada di Nusantara dan Papua Barat.

8. NKRI adalah negara dengan sistem berbentuk fasisme, totaliter (otoritarian), meskipun telah berkembang demokrasi, akan tetapi tidak akan pernah mensejahterakan rakyatnya.

9. Wilayah Nusantara adalah wilayah yang dimiliki bangsa-bangsa merdeka, dan tertata dalam pusat kewilayahan laut yang secara geografis berada pada 2 samudera dan 2 benua.

10. Negara Rakyat Nusantara menyatakan bahwa aset-aset yang hilang dari nusantara adalah milik rakyat dan bangsa-bangsa Nusantara.

Menanggapi video ini, Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Ferdi Sambo mengatakan, Negara Rakyat Nusantara muncul sejak 2015 dan dipimpin oleh YS. Polisi bergerak untuk melakukan penyelidikan.

“Kami akan tindak lanjuti, ini bagian dari upaya makar. Mereka tidak mengakui NKRI, mereka tidak mengakui kedaulatan bangsa Indonesia. Intinya kami akan lakukan penegakkan hukum, karena ini memecah belah bangsa, kami akan represif,” kata Ferdi dikutip dari kumparan, Kamis (23/1/2020).

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close