Nasional

Polri Apresiasi Aksi Bocah Daffa, Imbau Warga Hargai Hak Pejalan Kaki

 

Selasa 19 Apr 2016, 15:12 WIB

Idham Kholid – detikNews

Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengapresiasi aksi Daffa Farros Oktoviarto (9), bocah Semarang, Jawa Tengah, yang berani menghadang pemotor yang melintas di trotoar jalan.

“Tentunya itu suatu langkah yang bagus, berarti dia sudah sejak dini memahami aturan lalu lintas. Menurut saya, tentunya dari pihak orangtuanya sudah memahami pentingnya atau pun arti dan makna trotoar,” kata Karo Penmas, Brigjen Agus Rianto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (19/4/2016).

Aksi Daffa menurut Agus menjadi contoh bagi orang dewasa untuk tertib lalu lintas. Tidak hanya dalam lalu lintas, tapi juga peraturan-peraturan yang berlaku lainnya.

“Mudah-mudahan bagi kita yang sudah berumur ini memahami, belajar dari anak kecil, tidak hanya soal trotoar tapi semua peraturan dan undang undang yang ada, kita patuhi kita laksanakan,” ujarnya.

Selain itu, Agus juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi aturan dan rambu-rambu lalu lintas.

“Trotoar itu untuk pejalan kaki, bukan pengendara motor, mari kita hormati hak pejalan kaki. Jalan di trotoar sesuai fungsinya, termasuk juga pejalan kaki yang menyeberang sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Daffa kini jadi perhatian setelah aksi beraninya menghadang pemotor jadi perbincangan di media sosial. (idh/fdn)

***

 

Selasa 19 Apr 2016, 10:08 WIB

Cerita Daffa yang Berani Adu Mulut dengan Pemotor Bandel yang Melintas di Trotoar

Angling Adhitya Purbaya – detikNews

Semarang – Aksi heroik Daffa Farros Oktoviarto (9) menghadang pemotor di trotoar menjadi viral di media sosial. Di balik kisah keberaniannya itu, ternyata Daffa pernah dibentak pemotor hingga berkelahi.

Cerita DaffaSaat ditemui detikcom di rumahnya, Senin (18/4) di Kelurahan Gisikdrono RT 2 RW 3, Semarang Barat, Daffa bercerita tentang pengalamannya menegakkan hak pejalan kaki itu. Daffa mengatakan aksinya biasa dilakukan sekira pukul 15.00 ketika Jalan Jendral Sudirman Semarang mulai ramai.

“Ya sekitar jam 15.00, kadang sampai sore sekali. Saya sendirian, kadang dibantu kakak, namanya Enrico,” kata Daffa.

Suatu saat, lanjut Daffa, ia pernah dibentak pemotor yang ngotot ingin melintas di trotoar dekat rumahnya itu. Adu mulut pun terjadi antara Daffa dan pemotor bahkan sampai seorang sopir taksi turun dan membantu Daffa.

“Pernah dibentak-bentak, dia bilang ‘awas minggir, kamu pulang’. Ya aku jawab ‘kamu tu yang pulang’. Dia bilang lagi ‘aku meh rono (aku mau ke sana)’, tak jawab lagi ‘kowe to sing mbalik (kamu yang balik), salah sopo lewat trotoar’. Sepedaku malah diturunin dari trotoar, ya tak tarik lagi, motore tak pukul-pukul. Terus ada orang taksi datang bilang ke dia (pemotor) ‘bapake yo salah’. Akhirnya dia (pemotor) mundur pelan-pelan sambil tak tendangi motornya,”¬† tutur siswa kelas 4 SD Kalibanteng Kidul 01 itu.

Daffa juga pernah sampai ditabrak motor meski tidak keras, namun karena ia gigih, pemotor-pemotor itu mundur kembali ke jalan raya. Setidaknya sudah ada 40 motor yang dihadang Daffa selama sekitar satu bulan ini.

“Sudah beberapa kali (menghadang motor di trotoar). Mungkin sudah 40-an motor, lebih,” ujar anak kedua pasangan Yuri dan Dinar itu.

Diketahui aksi Daffa hari Jumat (15/4) lalu ternyata difoto dan direkam oleh penggna jalan dan menyebar di media sosial. Netizen ternyata memuji aksi Daffa dan banyak komentar positif mengalir. Aksi itu terjadi di Jalan Jendral Sudirman yang berjarak hanya 100 meter dari rumahnya. (alg/dra)

***

Selasa 19 Apr 2016, 09:39 WIB

Mengenal Daffa, Bocah Semarang yang Berani Cegat Pemotor yang Jalan di Trotoar

Angling Adhitya Purbaya – detikNews

Semarang – Bocah yang mendadak terkenal di Semarang berkat keberaniannya menghadang pemotor yang berjalan di atas trotoar masih bersekolah di SD Kalibanteng Kidul 01 dan duduk dikelas 4A. Namanya adalah Daffa Farros Oktoviarto (9), bocah aktif yang sangat kritis.

Mengenal Daffadetikcom menemuinya di rumah yang berada di kawasan Gisikdrono tepatnya berada di belokan Kalibanteng menuju Jalan Pamularsih dari Jalan Jenderal Sudirman. Saat tiba di rumahnya, Daffa yang berkaos putih sedang bermain kayu di halaman  dan ada asisten rumah tangga yang bekerja membersihkan halaman.

Mengetahui ada wartawan datang, Senin (18/4) Daffa terihat sumringah dan mau diwawancara. Saking antusiasnya ia bahkan berlari masuk rumah dan keluar lagi membawa kaos bermotif garis seperti pada foto yang tersebar.

“Saya pakai ini waktu itu,” kata Daffa sambil menunjukkan kaosnya.

Bocah aktif ini kembali masuk ke rumah kemudian keluar sudah menggunakan kaos bergaris yang tadi dibawanya. Ia lalu duduk dan mulai bercerita tentang aksinya yang ternyata sudah dilakukan sejak awal tahun 2016 ini.

“Sudah beberapa kali (menghadang motor di trotoar). Mungkin sudah 40-an motor lebih,” kata Daffa.

Aksinya itu ternyata dilatarbelakangi oleh anjuran di televisi dan spanduk-spanduk yang menyatakan trotoar untuk pejalan kaki. Selain itu ternyata dia juga pernah tertabrak motor yang melaju di trotoar sehingga muncul perasaan jengkel.

“Kan memang motor lewat trotoar enggak boleh. Saya lihat (larangannya) di TV sama spanduk di jalan,” tegas bocah ini.

Daffa memang hobi menonton televisi termasuk tayangan berita sehingga ia sangat kritis. Dengan pengertiannya itu maka ia seorang diri nekat menegakkan hak pejalan kaki di trotoar. Biasanya Daffa beraksi sekira pukul 15.00 ketika jalan di dekat rumahnya mulai ramai.

“Ya sekitar jam 15.00, kadang sampai sore sekali. Saya sendirian, kadang dibantu kakak, namanya Enrico,” pungkas bocah kelahiran 24 Oktober 2007 itu.

Ketika ditanya kenapa ia berani berurusan dengan pemotor yang sudah dewasa, Daffa menjawab dengan polos.”Ya kan bener kan? Motor enggak boleh lewat trotoar, jadi enggak takut,” jawabnya.

Aksi Daffa hari Jumat (15/4) lalu ternyata difoto dan direkam oleh pengguna jalan dan menyebar di media sosial. Netizen memuji aksi Daffa, banyak komentar positif mengalir. Aksi itu terjadi di Jalan Jenderal Sudirman yang berjarak hanya 100 meter dari rumahnya. Jalan Sudirman adalah jalan ramai yang biasa macet sehingga beberapa pemotor nekat naik trotoar. (alg/dra)

Sumber:

http://news.detik.com/berita/3191509/polri-apresiasi-aksi-bocah-daffa-imbau-warga-hargai-hak-pejalan-kaki

http://news.detik.com/berita/3191186/cerita-daffa-yang-berani-adu-mulut-dengan-pemotor-bandel-yang-melintas-di-trotoar

http://news.detik.com/berita/3191143/mengenal-daffa-bocah-semarang-yang-berani-cegat-pemotor-yang-jalan-di-trotoar

KOMENTAR
Lihat selanjutnya
Close