Kriminal

Polisi Tetapkan 6 Tersangka Pengedar Ribuan Ekstasi Antar Lapas

JAMBI, SENAYANPOST.com – Sebanyak enam orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kepemilikan ekstasi sebanyak 2.270 butir yang akan diselundupkan ke Lapas Merah Mata Palembang, Sumatera Selatan.

“Enam tersangka ini jaringan sindikat narkoba yang dikendalikan oleh narapidana dari dalam lapas,” ujar Direktorat Reserse Narkoba (Dirnarkoba) Polda Jambi, Kombes Pol Eka Wahyudianta, di Jambi, Kamis (21/2/2019).

Ia mengatakan, penetapan keenam tersangka ini terbukti dua ribu butir pil ekstasi tersebut pesanan dan dikendalikan oleh narapidana di Lapas Palembang yang merupakan satu jaringan dengan pengendali di Lapas Klas II A Jambi.

Eka menyatakan, pihaknya akan mendalami jaringan lapas yang berhasil diungkapnya itu dan pihaknya akan kembangkan lebih dalam untuk bisa mengungkapnya.

Sebelumnya, tim Ditresnarkoba Polda Jambi menggagalkan pengiriman ekstasi sebanyak 4.000 butir yang dibawa tersangka Rajajuli Ibrahim pada 14 Februari 2019 lalu yang dibawa tersangka dari Lapas Bengkalis Pekan Baru, Provinsi Riau yang akan di selundupkan ke Lapas Jambi dan Lapas Palembang.

Kemudian pada 16 Februari lalu, tim juga mengamankan satu tersangka, Endang di Pasar Angso Duo dengan barang bukti 414 butir ekstasi yang akan di pasik Ke Kampung Narkoba Pulau Pandan Kota Jambi.

Dari penangkapan itu kemudian tim pasa 17 Februari 2019 mengembangkan dan menangkap lima orang tersangka di Perbatasan Jambi Riau tepatnya di depan Polsek Merlung dengan barang bukti 1.860 butir esktasi yang mana seluruh pil haram ekstasi itu berasal dari Belanda.

Kelima orang tersebut, yakni Feri Fernandes (30) warga Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung, Apriadi Jelutung, Dimas Adi Prabowo warga Kenali Atas Kecamtan akota Baru, Ahmad Yani Kota Baru dan Bustami Arifin Warga Lebak Bandung Jelutung,

Kemudian, tim mengembangkan kembali dari lima tersangk itu ke Lapas Mata Merah Palembang. Dari sana pihaknya mengamankan satu orang yakni Apit yang merupakan napi Lapas Mata Merah Palembang. Saat ini Apit kasusnya di tanggani Polda Sumatra Selatan (Sumsel). (JS)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close