Kriminal

Polisi Tangkap 3 WNA Asal China Sindikat Hipnotis Antarprovinsi

PALEMBANG, SENAYANPOST.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan mengungkap tindak pidana penipuan dengan modus hipnotis lintas provinsi yang dilakukan lima orang, yang tiga di antaranya warga negara asing (WNA) asal Tiongkok (China).

Ketiga pelaku itu, dua pria atas nama Huang Shunpo (41) dan Zheng Si Lin alias Fu (24) serta satu perempuan bernama Alice Tan (27).

Selain mengamankan tiga WNA RRC, petugas Jatanras Polda Sumsel mengamankan dua perempuan warga keturunan yakni Thijia Djuk Fung alias Asin (55) yang tercatat warga Bekasi Barat, dan Ng Lie Sian alias Angela alias Ana (48) yang tercatat warga Jakarta Utara.

Kelimanya diamankan petugas lantaran melakukan aksi penipuan atau hipnotis terhadap Yuli Franky alias Tan Sui Cin (68) warga Kalidoni, Palembang.

Sindikat ini diduga mencari mangsanya di kota besar, mulai dari Medan, Jambi dan Sumsel. Bahkan, disinyalir telah berhasil menguras harta korbannya hingga mencapai ratusan juta rupiah.

“Modusnya, masing masing pelaku menyusun sebuah drama palsu untuk memancing korban masuk ke jebakan mereka, kemudian menghipnotis dan menguras hartanya,” ungkap Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, di Palembang, Jumat (23/11/2018).

Kapolda Sumsel menjelaskan, drama palsu yang dilakukan mulai dari seorang pelaku, Alice Tan yang berpura-pura menanyakan kepada korban tanaman obat daun gajah yang mampu menyembuhkan segala penyakit. Pelaku yang lain, Angela mengaku mengetahui keberadaan tanaman itu.

Pelaku Alice lalu mengajak korban bersama Angela untuk mencari tanaman obat itu. Mereka menggunakan sebuah mobil untuk mencari tanaman obat yang dicari. Sementara di tempat lain, pelaku lain, yakni Asin berpura pura memiliki tanaman itu. Saat bertemu, Asin pun menunjukkan tanaman tersebut. Ia pun menakuti korban akan tertimpa musibah besar sehingga perlu di doakan.

Kemudian, Alice, Angela dan korban, diajak berdoa oleh Asin. Saat itulah, Asin mengucapkan sesuatu untuk menghipnotis korban sehingga mengikuti perintahnya. Asin meminta korban untuk mengumpulkan benda benda berharga di rumah sebagai tolak bala dari musibah yang mungkin terjadi.

Pelaku lain, Shunpo, menghantar korban ke rumahnya untuk mengambil barang-barang berharga.

“Dirumahnya, sebenarnya korban sudah diingatkan kerabatnya, tapi kuatnya hipnotis membuat korban tidak menggubrisnya dan tetap menyerahkan barang berharga berupa emas dan uang tunai,” terang Kapolda.

Korban yang dalam pengaruh hipnotis pun dibawa kembali Shunpo bertemu dengan Akin dan terjadilah pertukaran barang. Barang berharga milik korban diganti dengan tas warna orange berisi garam, dua botol air dan koran bekas. Korban tersadar saat membuka tas yang diberikan korban. Selanjutnya, korban melaporkan kejadian ini ke Polda.

Dalam kasus ini, para pelaku selain dijerat dengan pasal penipuan pasal 378 KUHP, penggelapan 372 KUHP dan pemalsuan dokumen 263 KUHP Jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman lebih dari lima tahun penjara.

Ironisnya, para WNA ini diketahui menggunakan identitas palsu untuk beraksi. Mereka semua memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Indonesia. Pihak kepolisian menelusuri siapa yang membantu pelaku membuat KTP tersebut. (AF)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close