Polisi Surabaya Tembak Mati Pelaku Sindikat Curanmor

Polisi Surabaya Tembak Mati Pelaku Sindikat Curanmor
Salah satu pelaku sindikat curanmor yang diamankan (foto Purnomo-SP)

SURABAYA, SENAYANPOST.com - Tak ingin korban masyarakat bertambah, sebuah sindikat pencurian motor yang identik dengan delapan laporan kehilangan motor di Surabaya tertangkap. Dua orang pelaku diamankan, satu di antaranya ditembak mati karena berupaya melawan dan membahayakan petugas polisi.

Selama kurun waktu 21 Maret sampai 3 Oktober, jajaran Polrestabes Surabaya menghimpun delapan laporan kehilangan sepeda motor dari sejumlah Polsek, SPKT Polda Jatim, maupun yang langsung ke SPKT Polrestabes.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Johny Eddison Isir mengatakan berdasarkan penyelidikan dan pendalaman kasus, pelaku delapan pencurian sepeda motor yang rata-rata terjadi di Surabaya Timur dan Selatan itu sama. “Dengan memanfaatkan digital security yang ada, Alhamdulillah, Puji Tuhan, sindikat pelaku pencurian dengan pemberatan dengan sasaran kendaraan bermotor ini berhasil kami lacak dan kami amankan,” ujarnya, Selasa (6/10/2020).

Awalnya, pada Sabtu (3/10/2020), polisi berhasil menangkap Saiful (35 tahun) salah satu pelaku dalam sindikat itu berdasarkan informasi bahwa yang bersangkutan sedang beraksi di tanah kosong di kawasan Jalan Undaan Wetan.

Kombes Pol Isir menyatakan, petugas mengamati Saiful yang sedang mencari sasaran motor di lokasi itu lalu beraksi dengan modus merusak kunci setir dengan Kunci T. Saat pelaku kabur, polisi mengejarnya dan berhasil menangkapnya.

Dari hasil pengembangan kasus itu, Polisi pun berhasil menggali informasi dari Saiful bahwa Sugeng Santoso (42 tahun) pelaku lainnya akan beraksi di kawasan yang sama, di Jalan Undaan Wetan, Minggu (4/10/2020) dini hari.

Sugeng beraksi di sekitar Masjid An-Nur di Jalan Undaan Wetan. Saat polisi berupaya menangkapnya, pelaku melakukan perlawanan dengan mengeluarkan pisau dan berupaya menyabetkan sajam itu kepada petugas.

“Karena melakukan perlawanan yang membahayakan petugas, dilakukan tindakan tegas, terukur, dan pas. Tersangka terluka dan jiwanya tidak tertolong,” kata Isir dalam konferensi pers di Mapolrestabes.

Dua tembakan spontan petugas mengarah ke dada Sugeng yang melawan sehingga tersungkur. Petugas sempat melarikan tersangka ke RSUD Dr Soetomo, tapi yang bersangkutan meninggal saat perjalanan ke rumah sakit.

Pelaku Syafi’i adalah warga Tambak Sari, Surabaya, yang memang masuk Daftar Pencarian Orang Polrestabes Surabaya.

Sedang Sugeng Santoso yang ditembak mati merupakan warga Lamongan yang ternyata seorang residivis atau pelaku kejahatan yang sebelumnya sudah pernah tertangkap dan menjalani hukuman penjara tapi kembali beraksi.

“Selanjutnya, kami akan mendalami 8 laporan yang ada dengan modus operandi yang sama. Kami akan petakan juga laporan di Polres maupun di Polsek yang kira-kira berindikasi pada sindikat ini,” jelas Kombes Pol Isir.

Lebih lanjut Kombes Pol Isir menyatakan, penangkapan dan penindakan terhadap kedua pelaku pencurian kendaraan bermotor itu adalah wujud komitmen Polrestabes Surabaya untuk tidak memberi toleransi terhadap pelaku kejahatan apapun di Surabaya.

Apakah itu pidana pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, maupun pencurian kendaraan bermotor.

“Kami akan terus melidik, mengungkap, dan jika melawan kami tidak sungkan bertindak tegas,” ujarnya.

Kapolrestabes menambahkan pengungkapan kejahatan pencurian kendaraan bermotor ini juga merupakan upaya mengamankan masyarakat Surabaya yang sedang berjibaku bersama Pemerintah Kota Surabaya dalam mengatasi Covid-19.

“Ini juga berkaitan dengan proses pengamanan menjelang pelaksanaan Pilwali (Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota) Surabaya 2020,” ujarnya. (WS)