Hukum

Polisi Selidiki Penemuan Tulang Manusia dalam Karung

LAMPUNG, SENAYANPOST.com – Penemuan mayat dalam karung sudah tulang belulang di aliran Sungai Way Pengebuan yang menggegerkan warga Sinar Ogan, Abung Selatan, saat ini dalam penyelidikan Kepolisian Resor Lampung Utara, Provinsi Lampung.

“Kami masih menyelidiki penyebab kematiannya,” kata Kasat Reskirim Polres Lampung Utara, AKP Donny Kristian Bara’langi, di Kotabumi, Rabu (3/10/2018).

Ia menjelaskan, mayat laki-laki yang ditemukan di aliran Sungai Way Pengebuan, Selasa (2/10/2018) sekira pukul 14.00 WIB itu belum diketahui identitasnya.

“Mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki, ketika di ketemukan terbungkus karung berwarna putih, dengan kondisi tinggal tulang dan diperkirakan sudah meninggal selama lebih dari 30 hari,” ujarnya.

Pemeriksaan awal sementara yang dilakukan petugas medis serta unit identifikasi, mayat tersebut mengenakan kaos bermotif garis-garis warna biru, kuning, dan hitam, celana panjang warna hitam, celana dalam pendek dasar warna hitam dan menggunakan kaos kaki warna hitam dengan tinggi badan antara 158-160 Cm, usia di perkirakan 25-30 tahun.

Menurutnya, dugaan awal mayat tersebut hasil perbuatan kejahatan atau tindak pidana, dimana kondisi kedua tangan dari mayat tersebut diikat kemudian dimasukkan ke dalam karung plastik selanjutnya mayat dibuang ke sungai.

“Kita akan koordinasi dengan dokter forensik RSU Ryacudu untuk membantu identifikasi terkait penyebab kematian dari mayat tersebut. Sebab, kondisi mayat sudah rusak dan tinggal tulang,” ujarnya.

Terkait penemuan mayat ini, ia mengimbau kepada warga Lampung, khususnya masyarakat Lampung Utara untuk melaporkan ke polisi jika ada anggota keluarganya yang hilang atau langsung ke RSU Ryacudu Kotabumi untuk memastikan, apakah mayat tersebut anggota keluarganya atau bukan.

“Kami butuh bantuan masyarakat dalam hal ini, agar identitas mayat cepat diketahui selanjutnya Kepolisian dapat dengan segera mengambil langkah tindakan kepolisian,” pintanya.

Menurut saksi mata yang menemukan pertama kali, Herwan (27) dan Edi Santoso (30) mengatakan, awalnya mereka sedang memancing ikan. Karena tak dapat ikan, mereka berdua mencari kijing (keong). Karena tak membawa wadah tempat kijing, mereka mencari terlebih dahulu mencari wadah dan menemukan karung.

“Kami lihat ada karung dipingir kali yang mengambang. Ketika kami dekati mencium bau busuk. Saya langsung terkejut saat didekati lagi kelihatan tulang kaki masih mengenakan kaus kaki,” ujar mereka berdua.

Mengetahui mayat manusia di dalam karung, mereka berdua bergegas pergi memberi tahu warga lainnya serta aparat kepolisian.

“Tak lama kemudian warga dan aparat kepolisian datang ke lokasi untuk menyaksikan adanya penemuan mayat tanpa identitas dalam karung yang di buang aliran sungai,” jelasnya.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close