Hukum

Polisi Kejar Pembuat Hoaks Petugas KPPS Tewas Diracun

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Polda Jabar segera menindaklanjuti laporan keluarga Sita Fitriati soal hoaks yang beredar di medsos. Sita merupakan petugas KPPS 33 di Kelurahan Kebon Jayati, Kiaracondong, Bandung, yang meninggal dunia pada Rabu (8/5) karena sakit.

Selang beberapa hari setelah kematiannya, beredar hoaks di medsos yang menyatakan Sita meninggal karena diracun. Keluarga tak terima Sita dijadikan berita hoaks dan melaporkan pembuat dan penyebar hoaks itu ke polisi.

“Kita akan melakukan penyelidikan, karena sudah melapor,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dikutip dari kumparan.

Tangkapan layar hoaks petugas KPPS di Bandung meninggal karena diracun. (Foto/ Istimewa)

Truno mengatakan, institusinya tidak akan pernah berhenti untuk menindaklanjuti setiap adanya laporan mengenai peredaran hoaks.

Sebab, kata dia, berita bohong atau hoaks begitu meresahkan masyarakat. Khususnya dalam perkara ini, merugikan keluarga petugas KPPS yang meninggal.

“Iya, Polda Jabar terus tidak akan pernah berhenti menangani setiap ada laporan hoaks yang sudah sangat meresahkan masyarakat,” ujar dia.

Truno mengimbau agar masyarakat khususnya di Jabar mengecek terlebih dahulu segala informasi yang diterima melalui media sosial.

“Saring terlebih dahulu sebelum sharing,” kata dia.

Truno menyebut, penyebar berita hoaks bisa dikenai hukuman berat berupa pidana 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp1 miliar.

Hukuman itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pasal 28 ayat 1.

“Berdasarkan isi pasal 28 ayat 1 dalam UU ITE, penyebar informasi bohong alias hoaks bisa terkena sanksi berat. Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana paling lama enam tahun dan denda maksimal Rp1 miliar,” ujar dia.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close