Nasional

Polisi Ikut Hitung Suara Pilkada Makassar, Mabes Polri: Itu Hoax

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan berita yang menyebutkan Polri mencatat hasil Pilkada Makassar 2018 adalah bohong alias hoaks.

Berdasarkan Surat Telegram Kapolri bernomor STR/404/VI/OPS.1.3./2018 tertanggal 22 Juni 2018, lanjut Setyo Wasisto, anggota Polri dilarang melakukan pencatatan hasil pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS).

“Berita tentang di Makassar adalah hoaks,” kata Setyo, dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (29/6/2018).

Sebelumnya, salah satu media nasional memberitakan bahwa Tim Pengamanan Pilkada Mabes Polri mencatat pasangan calon wali kota-wakil wali kota Makassar, Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi, unggul sekitar tiga persen dari kotak kosong atau tepat 51,07 persen berbanding 48,93 persen.

Angka tersebut berbeda dengan hasil hitung cepat versi Celebes Research Center (CRC), yang menyatakan kotak kosong unggul dengan 53,35 persen suara sementara pasangan calon Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi yang didukung oleh 10 partai politik hanya memperoleh suara 46,65 persen.

Lebih jauh, Setyo menuturkan, Wakapolri Komjen Pol Syafruddin tidak permah memberikan pernyataan kepada wartawan seputar hasil Pilkada Makassar 2018.

“Bapak Wakapolri tidak pernah memberi pernyataan kepada pers seperti itu,” kata jenderal bintang dua itu.

Setyo juga mengkritik penyebutan Tim Pengamanan Pilkada Mabes Polri yang dimuat dalam berita tersebut. Menuturnya, tugas pengamanan dilakukan oleh satuan kepolisian wilayah setempat dan Mabes Polri hanya mengirim tim asistensi yang terdiri dari beberapa perwira tinggi dan menengah.

“Di berita disebutkan Tim Pengamanan Mabes Polri, yang melaksanakan pengamanan adalah Polda setempat,” ujarnya.

Ketua KPU Sulawesi Selatan Misna Attas tidak ingin berkomentar terkait kabar kepolisian mencatat dan menyebarluaskan rekapitulasi pemilihan wali kota Makassar. Dia sendiri mengaku belum tahu kabar tersebut saat dimintai konfirmasi.

“Jawaban saya hanya, tunggu hasil dari KPU,” ucap Misna. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close