Media SosialPolri

Polisi Hapus Ratusan Akun Medsos Penyebar Hoax

TULUNGAGUNG, SENAYANPOST.com – Jajaran Tim Siber Polres Tulungagung, memantau ratusan akun media sosial yang ditengarai menyebarkan berita/informasi palsu (hoax) yang bisa memprovokasi masyarakat di tengah tahapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak, 27 Juni 2018.

“Kami pantau lebih intensif karena aktivitas di media sosial menjelang pilkada serentak ini kian mengkhawatirkan,” kata Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Mustijat Priambodo, Rabu (11/4/2018).

Tak sekedar dipantau, 240 akun medsos bahkan telah dinonaktifkan oleh tim cyber setempat.

Sasaran akun-akun yang diidentifikasi sebagai penyebar hoax rata-rata tersebar di linimasa facebook dan instagram.

Menurut Mustijat, sejumlah isu SARA, ujaran kebencian, dan hoax mewarnai media sosial dan berpotensi mengancam keamanan.

“Kami mulai pantau aktivitas medsos dengan ketat melalui patroli cyber,” katanya.

Tindakan polisi di divisi cyber ini sangat efektif. Mereka bisa melakukan tindakan intervensi menonaktifkan akun-akun yang dianggap menebar informasi palsu atau provokatif tanpa harus menunggu laporan masyarakat.

“Kami juga bisa menangkap pemilik akun yang terbukti melakukan penyebaran hoax, menyampaikan ujaran kebencian untuk tujuan kampanye hitam, serta menggunakan isu SARA,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Mustijat, warganet yang menjadi pendukung masing-masing kandidat diminta berhati-hati menggunakan media sosial dalam berkampanye.

Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar menyatakan merestui langkah tegas anak buahnya. Tofik bahkan menegaskan sudah ada 240 akun medsos, milik pribadi maupun kelompok yang “dibumihanguskan” (take down).

Pasalnya, dari 240 akun tersebut diindikasikan banyak menyebar ujaran kebencian yang membuat suasana pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Tulungagung menjadi tidak kondusif.

“Akun milik pribadi ataupun kelompok, jika memang membuat suasana tak kondusif, pasti akan ditindak tegas,” kata Tofik.

Dia melanjutkan, ada beberapa alasan sehingga akun harus di-takedown kepolisian.

Beberapa di antaranya karena arahnya ingin membuat suasana tidak kondusif.

Ada juga yang menggiring opini, mengarahkan situasi menjadi kurang aman.

“Untuk saat ini sudah ada 124 akun yang perlu diawasi. Jumlah itu cukup banyak untuk skala kabupaten,” katanya. (AF)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close