Hukum

Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Driver Online

SUMSEL, SENAYANPOST.com – Perampokan disertai pembunuhan terhadap sopir taxol (driver online) M Aji Saputra digelar rekontruksinya di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Selatan, Rabu (20/6/2018).

Dalam rekontruksi itu dilakukan sebanyak 42 adegan yang diperagakan dua tersangka, Yogi Andriansyah (20) dan Willy Anggara (18) serta Bambang (25) yang diperankan pemeran pengganti.

Adegan tersebut mulai dari mereka berencana akan melakukan begal motor, namun tidak mendapatkan hasil. Akhirnya, mereka memutuskan untuk melakukan perampokan disertai pembunuhan terhadap sopir taxol.

Rekontruksi yang dilaksanakan Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel sebanyak 42 adegan terungkap, bagaimana para tersangka merencanakan perampokan disertai pembunuhan terhadap M Aji Saputra.

Semuanya, direncanakan dan pembagian tugas dilakukan selama dua hari. Bambang, menjadi otak perencanaan untuk melakukan perampokan disertai pembunuhan.

Rekontruksi yang dilaksanakan mulai dari para tersangka meminta agar Gusti Aranda memesankan taxol. Selang beberapa lama, barulah taxol yakni Aji datang. Dengan rencana yang telah direncanakan, mereka naik ke mobil Aji fan bersiap menjalankan rencana mereka.

Saat Aji menghentikan laju mobil, Yogi yang telah diperintahkan Bambang berupaya untuk menjerat leher korban menggunakan tali yang telah disiapkan. Namun, aksi pertama gagal dan mobil kembali berjalan.

“Aksi kedua dilakukan, saat mobil kembali berhenti saat sopir meminta ongkos. Aku dipelototi Bambang yang memberi tanda untuk menjerat leher korban. Saat itulah aku langsung menjerat leher korban,” ungkap Yogi.

Aksi penjeratan yang dilakukan Yogi, membuat korban berupaya melawan. Tali yang menjerat lehernya berupaya dilepaskan, namun Yogi menarik tali dengan sekuat tenaga.

Melihat korban berupaya melawan, Bambang langsung menusukan obeng tespen yang sudah disiapkannya. Puluhan kali tusukan Bambang mengarah ke tubuh Aji, namun Aji terus berupaya melawan.

Obeng diserahkan Bambang ke Willy dan Willy diperintahkan Bambang untuk menusuk Aji. Willy juga cukup banyak menusukan obeng ke arah Aji terutama dibagian leher hingga membuat Aji meregang nyawa.

“Korban sempat berteriak Allahu Akbar. Setelah itu ia meninggal, dan kami bersiap untuk buang mayat korban,” jelas Yogi.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close