Kriminal

Polisi Gagalkan Penyelundupan Tekstil dan Barang Bekas Asal China Senilai Rp 9 Miliar

JAKARTA, SENAYANPOST.com –  Polisi berhasil menggagalkan penyelundupan tekstil dan barang bekas seperti pakaian, tas dan sepatu asal China dan Malaysia senilai Rp 9 miliar. Barang tangkapan Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya itu merupakan hasil dari tiga kali operasi dalam kasus ini, yakni pada 29 Juli, 27 dan 28 Agustus 2019.

“Kita sudah mengamankan dan menindak dan mengambil upaya paksa dengan menahan beberapa tersangka,” kata Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono saat konferensi pers di kantornya, Kamis, (12/9/2019).

Para tersangka adalah PL, 63 tahun, H (30), AD (33), EK (44), NS (47) dan TKD (45). Mereka telah menjalankan bisnis balpres mulai dari 2 hingga 10 tahun. Total barang bukti yang disita polisi dari para tersangka adalah 438 gulungan tekstil, 259 koli balpres berisi pakaian dan tas bekas serta 5.668 koli sepatu.

“Dari perhitungan kita, nilai barang bukti yang disita Rp 9 miliar,” ujar Gatot.

Gatot menjelaskan, potensi kerugian negara yang ditimbulkan dari aksi penyelundupan ini mencapai Rp 4,9 miliar. Kerugian itu dihitung berdasarkan pajak bea masuk barang impor yang harusnya dibayar tersangka.

“Barang lantas dibawa menggunakan truk ke perbatasan Indonesia untuk diselundupkan melalui jalan darat ke wilayah Jagoi Babang, Kalimantan Barat,” ujar Iwan.

Berikutnya, ujar Iwan, barang tersebut diangkut ke Pelabuhan Dwikora Pontianak. Melalui jalur laut, balpres itu lantas dikirim ke Pelabuhan Tegar, Bekasi. Atas perbuatannya, para tersangka penyelundupan tekstil itu dijerat dengan Pasal 104 juncto Pasal 106 juncto Pasal 111 juncto Pasal 112 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dan atau Pasal 62 ayat 1 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close