Hukum

Polisi Dalami Motif Perusuh di Timika

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Polres Timika tengah mendalami motif 34 orang yang diamankan terkait kerusuhan di Timika, Papua. Mereka dinilai melancarkan aksi secara spontan.

“Sekelompok orang ini tidak mempunyai pimpinan atau kordinator lapangan,” kata Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Asep Adi Saputra di Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Asep menjelaskan aparat mengimbau 34 perusuh itu menyudahi aksi. Namun mereka melawan dan melakukan perusakan sejumlah fasilitas umum.

“Ternyata tidak diindahkan, dan mereka melakukan perlawanan. Disitulah kemudian dilakukan penangkapan,” katanya.

Dari 34 perusuh, kata dia, Polres Timika menetapkan 10 tersangka. Mereka dikenakan pasal berlapis. Salah seorang di antaranya membawa satu bilah parang.

“(Dikenakan) Pasal 170 KUHP dan juga Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang senjata tajam,” jelas Asep.

Sebelumnya, Polres Timika mengamankan 45 orang pengunjuk rasa diduga berbuat onar. Setelah menjalani pemeriksaan, 34 orang diamankan.

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto menerangkan aksi mulanya menyuarakan dugaan rasialisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur. Namun berujung adanya orasi menyuarakan kemerdekaan Papua dan menuntut referendum berpisah dengan NKRI.

Agung melanjutkan saat ditangkap, mereka sedang memalang jalan dan memaksa tempat usaha meminta ban bekas. Selain itu saat ditangkap juga didapat bensin dan senjata tajam.

“Kami juga menemukan bendera Bintang Kejora. Jadi, jelas ada penumpang gelap yang berseberangan untuk memanfaatkan momentum aksi unjuk rasa damai ini,” jelasnya.

Kapolres memastikan situasi di Kota Timika sudah kondusif. Aktivitas masyarakat berjalan normal pascabentrok saat pembubaran aksi ricuh di gedung DPRD Mimika.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close