Lintas DaerahPeristiwaPolitik

Polisi Dalami Kasus Baku Hantam 2 Anggota DPRD Bali dari PDIP

DENPASAR, SENAYANPOST.com – Polda Bali segera melakukan penyelidikan terkait dengan laporan kasus dugaan pemukulan terhadap anggota Komisi III Kadek Diana yang dilakukan oleh anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai. Kedua anggota Dewan tersebut merupakan kader senior PDIP Bali.

“Iya, benar sudah ada pelaporan tersebut. Selanjutnya, masih dalam tahap penyelidikan,” kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hengky Widjaja, di Denpasar, Rabu (15/5/2019).

Hengky mengatakan, pihaknya menerima laporan tersebut pada hari Selasa (14/5/2019) sekitar pukul 12.00 Wita dari anggota Komisi III DPRD Provinsi Bali, I Kadek Diana selaku pihak pelapor yang diduga menjadi korban pemukulan tersebut.

Korban dampingi kuasa hukumnya, I Gede Narayana, mengaku telah dipukul oleh rekannya yang merupakan anggota Komisi I DPRD Bali, I Dewa Nyoman Rai, menjelang sidang Paripurna DPRD Provinsi Bali.

“Tiba-tiba saja saya merasakan di bagian pelipis kiri saya ada yang memukul dengan sangat keras. Karena merasa ada pukulan, ya, saya bangun. Begitu saya menoleh, ternyata ada dia,” kata I Kadek Diana.

Ia mengaku dipukul beruntun dua kali di bagian pelipis kiri sehingga terluka dan mendapat jahitan dari petugas medis RS Bali Mandara. Selain itu, pihaknya juga meminta visum dari pihak rumah sakit untuk kelengkapan pelaporan.

Sementara itu, I Gede Narayana menjelaskan, kliennya merasa dianiaya sehingga pihaknya langsung melakukan upaya hukum dan dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

“Langsung dilaporkan demi penegakan hukum agar jangan sampai kasus ini mencederai wakil rakyat dan tidak ada lagi hal-hal premanisme,” ungkap Gede.

Hingga kini, pihak pelaku belum dapat dikonfirmasi karena posisinya tidak berada di Bali sehingga motif atau faktor penyebab dalam kasus dugaan pemukulan itu belum terungkap.

Sementara itu salah seorang kader senior PDIP yang enggan ditulis namanya mengatakan, sangat menyayangkan kejadian tersebut karena berdampak tidak baik terhadap partai. Apalagi, keduanya merupakan kader senior PDIP yang seharusnya bisa menahan diri karena keduanya merupakan anggota dewan yang terhormat.

“Saya selaku kader PDIP tidak memihak terhadap salah satu dari kader yang baku hantam tersebut karena keduanya dikenal punya karakter keras dan hal itu hampir semua kader PDIP Bali mengetahuinya. Tidak mungkin akan terjadi proses seperti itu kalau tidak ada penyebab sebelumnya,” tegas kader tersebut.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close