Kriminal

Polisi Ciduk Komplotan Pelaku Human Trafficking

LAMPUNG, SENAYANPOST.com – Kepolisan Daerah (Polda) Lampung mengungkap komplotan pelaku human trafficking pengemis yang biasa beroperasi di Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung.

Modus yang digunakan komplotan tersebut dengan cara mempekerjakan secara paksa para lansia atau penyandang disabilitas untuk mengemis.

Petugas Subdit III Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Lampung menangkap sejumlah tersangka pelaku di Jalan Lobak, Kelurahan Jagabaya II, Kecamatan Way Halim, Bandarlampung pada Rabu (15/8/2018) malam.

Dari pengungkapan itu, polisi mengamankan enam orang pelaku berinisial SP (41) sebagai ketua, RM (43) wakil ketua, serta NN (19), EK (32), HMN (23), dan FN (18) sebagai anggota.

Sementara, dua terduga pelaku masih buron. Sedangkan, korban yang dieksploitasi komplotan ini adalah Mamat, Agus, Dadang, Enjel, dan Joni.

Tersangka eksploitasi lansia cacat untuk dijadikan pengemis berinisal SP (41), warga Gang Lobak, Jagabaya II, Way Halim mengaku menemukan salah satu lansia berinisial MM di Kramat Jati, Jakarta Timur sekitar 2017.

“Saya temuin dia di Kramat Jati, saya mandiin, dan bawa pulang ke Lampung,” ujar SP, di Mapolda Lampung, Jumat (17/8/2018).

Selain itu, SP juga menampung DD yang merupakan pamannya sendiri, untuk dijadikan pengemis. Dari situ SP memiliki ide untuk mengekploitasi pamannya sebagai pengemis.

“Kalau Uwak saya (DD) emang dari kecil udah cacat, kerjanya mulung, jadi udah minta-minta, terus saya sering anterin dia,” katanya.

Menurutnya, setiap kali mengemis dirinya mengantar pengemis ini ke lokasi. Dari dua orang yang dijadikannya sebagai pengemis, mereka dalam sehari bisa menghasilkan Rp150-300 ribu. MM dan DD hanya diberikan makan sehari-hari, dan juga penginapan di kontrakan milik mertuanya.

Sementara, Dirreskrimum Polda Lampung, Kombes Bobby Marpaung mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap perkara ini. Empat orang sudah diindentifikasi sebagai pelaku trafficking pengemis sedang dikejar aparat.

Ia menyebut, perkara ini awalnya diungkap oleh Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung, namun karena ada unsur perdagangan manusia, kemudian dilimpahkan ke Subdit IV Renakta Ditreskrimum.

“Ini ada dua jaringan. Empat orang masih kita kejar,” ungkapnya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close