Kriminal

Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Online di Surabaya, Sehari Bisa Layani 7 Pria

SURABAYA, SENAYANPOST.com – Polisi berhasil mengungkap praktik prostitusi online di sebuah hotel di Gubeng, Surabaya. Dalam sehari, para muncikari menyebut anak buahnya bisa melayani enam hingga tujuh pria hidung belang.

Menurut Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Agung Kurnia Putra, dalam semalam, para muncikari membuka beberapa slot.

Para muncikari pun membagi jam antara pengunjung satu dan pengunjung lainnya dalam satu hari. Hal ini agar biaya hotel lebih murah.

“Mereka itu misalnya satu malam nih, kan Rp450 ribuan nih hotelnya. Satu malam itu mereka buka beberapa slot, misalnya ada yang mau booking si cewek ini, dibatasi cuma sejam dari jam 7 sampai jam 8. Nanti jam 9 ada lagi,” sebut Agung di Surabaya, Kamis (14/5/2020).

Saking larisnya menjajakan diri di Surabaya melalui aplikasi pesan MiChat, Agung mengungkapkan, dalam dua hari ke depan, muncikari sudah memiliki pelanggan dan mengatur jadwalnya.

Dalam sehari, pelanggan pun bervariasi. Agung menyebut pelanggan prostitusi online ini bahkan bisa mencapai tujuh orang dalam sehari.

“Mereka dua hari ke depan sudah ada pelanggan. Jadi mereka sehari bisa melayani enam sampai tujuh orang,” katanya.

Sebelumnya, polisi menggerebek tindak pidana prostitusi online dan mengamankan tujuh muncikari dan tujuh perempuan pada Sabtu (25/4). Kini pihaknya telah menahan tujuh muncikari tersebut. Sedangkan para perempuan itu telah dibebaskan karena merupakan saksi korban.

Tujuh muncikari yang diamankan ini adalah Edwin Mariyanto (21), Selvia Andriani (21), Edi Wiyono (21), Akmal Muyassar (19), Diah Nur Aini (24), M Rizky (21), dan Azis Haryanto (27).

Sementara itu, dari penggerebekan ini, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya uang tunai hingga ponsel yang digunakan muncikari menawarkan perempuan kepada kliennya. Sedangkan pelaku disangkakan melanggar Pasal 2 UU RI No 21 Tahun 2007 dan/atau Pasal 296 KUHP dan/atau Pasal 506 KUHP. (MU)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close