Kriminal

Polda NTT: Tak Benar Warga Tewas Ditembak di Pantai

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menyoroti tewasnya seorang warga di Pantai Marosi, Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Walhi menyebut warga tewas karena ditembak polisi. Namun pihak kepolisian membantah.

Terpantau hingga Sabtu (28/4/2018) WALHI via akun Facebook, Instagram, dan Twitter mengabarkan soal kerusuhan berlatar belakang konflik agraria di Pesisir Marosi, Sumba Barat, NTT.

Berdasarkan hasil investigasi WALHI NTT yang diunggah di akun Facebook @WALHI pukul 18.00 WIB, seorang warga bernama Poroduka (40) dinyatakan telah tewas ditembak polisi.

Peristiwa bermula sejak Selasa (24/4/2018) kemarin. Saat itu ada mediasi antara warga Desa Patiala Kecamatan Lamboya dengan pihak Dinas Pertanahan dan perwakilan PT Sutera Marosi. Mediasi dilakukan di Kantor Kecamatan Lamboya.

Mediasi tersebut mencoba mengurai permasalahan legalitas perusahaan dan status tanah terlantar. Mediasi tak berujung kesepakatan karena warga terus mempertanyakan legalitas kepemilikan lahan tersebut.

Hari berikutnya, Rabu (25/4/2018), pihak PT Sutera Marosi bersama pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan ratusan polisi datang ke lokasi lahan yang disengketakan itu, di sekitar pesisir Pantai Marosi.

Mereka hendak melakukan pengukuran tanah. Namun warga tetap memprotes pengukuran tanah itu karena legalitas kepemilikan lahan oleh PT Sutra Marosi dinilai warga masih belum jelas.

Warga protes, polisi mengusir. Polisi disebut WALHI melepaskan gas air mata dan tembakan peringatan. Singkat cerita, warga mundur karena berhasil diyakinkan oleh aparat pemerintahan setempat.

Proses pengukuran lahan terus dilanjutkan dengan kawalan aparat. Warga di lokasi hanya melihat pengukuran lahan itu. Namun saat pengukuran sampai di Bidang 5, warga mengambil foto dan merekam aktivitas pengukuran.

“Polisi marah karena warga mengambil foto dan merekam aktivitas tersebut, kemarahan ini dilakukan dengan merampas hp dan melakukan pemukulan; beberapa warga yang merasa teman/saudaranya mendapat kekerasan melakukan pelemparan batu ke arah petugas,” kata WALHI.

Melihat adanya kekerasan itu, warga lain yang berada di atas bukit kemudian mendekat. Mereka terdiri dari lelaki, perempuan, dan anak-anak.

“Dan seketika Polisi langsung melakukan mengeluarkan gas air mata dan penembakan dengan senjata ke arah warga,” kata WALHI.

“Tindakan penembakan terjadi sekitar pukul 15.00 siang, dan mengakibatkan seorang warga bernama Poroduka, laki-laki, 40 tahun, meninggal tertembak dada dan Matiduka, laki-laki, luka ditembak di kedua kaki,” lanjut WALHI.

Lebih dari 10 orang terluka, termasuk seorang siswa SMP. Warga panik dan berhamburan. Polisi mengevakuasi korban tewas. Pengukuran lahan terus berlanjut sampai hingga sekitar sejam kemudian.

Kemudian wartawan mencoba mengkonfirmasi kabar dari WALHI itu ke Kapolda NTT, Irjen Raja Erizman. Dia memberikan tautan ke situs resmi polisi, Tribrata News Sumba Barat. Di situ dimuat keterangan polisi soal kerusuhan di pesisir Pantai Marosi itu.

Polisi membantah Poroduka (dalam keterangan polisi ditulis sebagai inisial PD) tewas karena ditembak. Kesimpulan ini diperoleh lewat autopsi di RSUD Waikabubak Sumba Barat.

“Disampaikan oleh tim medis, selama pelaksanaan otopsi yang disaksikan secara langsung oleh seluruh pihak yang hadir, bahwa tidak ditemukan proyektil di dalam tubuh korban,” demikian keterangan pihak Polres Sumba Barat.

Sekalian, Polres Sumba Barat juga membantah telah menghujani warga dengan peluru. Polisi merasa kabar ini sudah ramai di media sosial. Kabar hoax menyebut ada 20 orang menjadi korban gara-gara dihujani peluru polisi.

“Sempat sedikit mengganggu kestabilan situasi kamtibmas di wilayah hukumnya, Kapolres Sumba Barat AKBP Gusti Maycandra Lesmana, menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak terpengaruh apalagi mempercayai statement-statement terkait insiden ini yang tengah ramai beredar di media sosial,” kata Polres Sumba Barat.

Lalu bagaimana dengan Matiduka, pria yang disebut WALHI mengalami luka tembak di kaki? Polisi tak menjelaskan Matiduka terluka karena apa, apakah karena tertembak atau bukan.

“Disampaikan pula terkait kondisi terbaru MMD yang mengalami luka pada bagian kakinya, bahwasanya Jumat (27/04/2018) ia telah kembali pulang ke rumah pasca mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Waikabubak juga,” kata Polres Sumba Barat memungkasi keterangannya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close