Polda Lampung Pulangkan 262 Orang yang Diamankan Saat Demo UU Cipta Kerja

Polda Lampung Pulangkan 262 Orang yang Diamankan Saat Demo UU Cipta Kerja
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad (foto Akhmad Sadad- SP)

LAMPUNG, SENAYANPOST.com - Sebanyak 262 dari 272 orang yang diamankan saat aksi massa menolak UU Cipta Kerja pada 7-8 September telah dipulangkan atau dibebaskan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Lampung.

"Mereka yang kami pulangkan sudah diterima oleh orang tua, guru, wali murid, perwakilan sekolah dan kampusnya, namun yang bersangkutan tetap harus melakukan wajib lapor," kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, di Bandarlampung, Jumat (9/10/2020).

Ia mengatakan, meski sudah dibebaskan namun ratusan orang yang sebagian besar mahasiswa, sebagian lainnya masyarakat umum dan mereka yang berstatus pelajar itu masih harus melakukan wajib lapor.

Saat aksi massa pertama pada Rabu (7/10/2020), polisi mengamankan 24 orang yang terdiri dari mahasiswa, pelajar dan masyarakat umum dan 19 orang yang diamankan. Mereka  sudah dipulangkan. 

Sedangkan, pada aksi massa hari kedua pada Kamis (8/10/2020) pihak kepolisian mengamankan 248 orang dan memulangkan 243 orang karena unsur-unsurnya tidak terpenuhi.

Sementara sisanya sebanyak sepuluh orang masih ditahan karena mereka patut diduga tersangka sebab telah memenuhi unsur tindak pidana Pasal 170 KUHP, yakni adanya suatu gerakan dan tindakan yang dilakukan secara terbuka dan bersama-sama dengan unsur kekerasan.

Pada aksi massa pertama, ada lima orang yang masih ditahan pihak kepolisian. Mereka berstatus tiga pelajar, satu masyarakat umum dan satu laginya anak putus sekolah.

Sedangkan, lima orang yang masih ditahan pasca aksi massa kedua, dua orang di antara mereka positif memakai narkoba setelah dilakukan tes urine, sementara itu tiga lainnya terbukti membawa bahan bakar jenis pertalite yang masih dalam penyelidikan.

Selain melakukan pengamanan, mereka yang masih ditahan dilakukan tes cepat (rapid test) untuk memastikan mereka terbebas dari Covid-19 saat dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan hasilnya semua non reaktif. (ws)