Kriminal

Polda Jatim Tangkap Produsen Kosmetik Ilegal

SURABAYA,SENAYANPOST.com — Sub Direktorat Sumber Daya Lingkungan (Subdit Sumdaling) Dit Reskrimsus Polda Jawa Timur mengamankan seorang tersangka berinisial KIL (26). Ia merupakan pengrajin kosmetik kecantikan ilegal dengan merk Derma Skin Care Beauty.

Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Ahmad Yusef Gunawan mengungkapkan, pengrajin yang sudah dua tahun menjalankan usahanya ini, biasa beroperasi di Kabupaten Kediri.

Kombes Pol Yusef mengungkapkan, untuk mengiklankan atau mempromosikan kosmetik ilegalnya, tersangka mengendorse artis-artis terkenal seperti VV, NK, NR, DJ, KB, dan lainnya, yang kemudian diposting di media sosial instagram sang artis.

Tujuannya untuk meyakinkan konsumen, produk yang dijualnya benar-benar ampuh dalam upaya merawat kecantikan.

“Ya tujuannya agar masyarakat atau konsumen lebih percaya terhadap produk kosmetik kecantikan ilegal yang diracik tersangka,” kata Kombes Pol Yusef, Selasa (4/12/2018).

Kombes Yusef menjelaskan, kosmetik ilegal yang diproduksi tersangka saat ini sudah tersebar di beberapa kota besar seperti Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, dan lain sebagainya.

Saat ini, tersangka juga sudah memiliki sekitar 63 ribu pelanggan, dengan omzet mencapai Rp 300 juta per bulan.

Yusef menjelaskan, kosmetik yang diproduksi tersangka, bahan bakunya berasal dari berbagai merk kosmetik terkenal seperti Marcks Beauty Powder, Mustika Ratu, Sabun Papaya, Viva Lotion, dan sebagainya.

Kemudian bahan baku tersebut dikemas ulang dan dibuat berbagai produk baik dengan merk yang dibuat sendiri oleh tersangka maupun menggunakan merk yang sudah beredar.

“Padahal isinya daripada produk tersebut adalah campuran dari berbagai bahan baku yang tersangka beli dari berbagai merk,” ujar Yusef.

Dalam peracikannya juga tersangka menambahkan zat-zat atau bahan-bahan yang belum mendapat izin dari Dinas Kesehatan ataupun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dari hasil penyidikan, tersangka juga mengakui usahanya tidak memiliki izin, baik izin industri, izin dari BPOM, maupun izin dari dinas kesehatan, dan izin edar. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close