Polantas dan Emak Sri Dapat Penghargaan, Lerai Rombongan Moge Keroyok Prajurit TNI

Polantas dan Emak Sri Dapat Penghargaan, Lerai Rombongan Moge Keroyok Prajurit TNI
Polantas dan emak Sri diganjar penghargaan (foto inews.id)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Polres Bukittinggi memberikan penghargaan kepada dua warga Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) yakni emak Sri Harlina dan Brigadir Hafis Basari sebagai pahlawan kemanusiaan.

Keduanya diberi penghargaan karena telah melerai dan berusaha menghentikan aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh rombongan motor gede (moge) Harley Owners Group (HOG) Siliwangi Bandung Chapter (SBC) terhadap anggota TNI.

Penghargaan itu diberikan langsung oleh Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawinagara. Menurutnya, penghargaan tersebut sebagai ucapan terima kasih dan apresiasi Polri kepada kedua pahlawan kemanusiaan melalui Polres Bukittinggi.

"Keduanya kami anugerahi sebagai pahlawan kemanusiaan dalam hal kejadian pada saat rombongan moge yang masuk ke Kota Bukittinggi melakukan tindak pidana penganiayaan," kata Dody, Selasa (10/11/2020).

Dody menambahkan, saat terjadi penganiayaan, anggota Polri bernama Brigadir Hafis Basari membantu menenangkan dan melerai pertikain. 

"Anggota kami yang melindungi korban," katanya. Saling Ejek di Medsos, Pemuda Tewas Dikeroyok di Tangerang Selatan Selain itu, kata Dody, ada seorang ibu yang melindungi korban dan berupaya menghentikan tindakan penganiayaan tersebut.

"Kami nilai itu dalah suatu yang sangat berani dan memiliki kepekaan yang sangat luar biasa," kata dia.

Lebih lanjut Dody mengatakan, sebagai seorang anggota Polri Brigadir Hafis telah melaksanakan tugas dengan baik.

Sementara Bu Sri Harlina mendapat apresiasi karena berani membantu korban pengeroyokan, sehiggga kedua korban yang merupakan parjurit TNI yang bertugas di wilayah hukum Polres Bukittinggi terhindar dari cidera yang lebih parah.

Sementara itu, Brigadir Hafis mengatakan, saat kejadian dirinya hanya melakukan tanggung jawabnya sebagai pengayom masyarakat.

"Awalnya berusaha menolong warga dari amukan para oknum anggota moge. Baru tahu korban prajurit TNI ketika para pelaku meninggalkan lokasi. Saat itu korban akan menghubungi Dandim," katanya.

Di sisi lain, Sri Harlina mengatakan, tindakannya dilakukan spontan dan hanya didasari rasa belas kasihan terhadap korban.

Dia juga menganggap rombongan moge adalah juga anak-anaknya yang sedang nakal-nakalnya.

"Saya mengucapkan terima kasih pada Pak Kapolres karena perbuatan saya yang spontan tanpa disengaja ternyata ada harganya bagi masyarakat Bukittinggi," katanya.