Internasional

PM Australia Diprediksi Menang Pemilu

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Perdana menteri petahana Australia, Scott Morrison diprediksi memenangi pemilihan umum secara mengejutkan menyusul partai koalisinya, Koalisi Liberal-Nasional, meraih 74 dari total 150 kursi parlemen berdasarkan hitung cepat, Minggu (19/5).

Sementara itu, Partai Buruh sebagai oposisi yng dipimpin rival Morrison, Bill Shorten, hanya meraup 66 kursi parlemen.

Morrison menganggap kemenangannya dalam pemilu sebagai sebuah ‘keajaiban’. Koalisinya masih harus menenangkan dua kursi lagi untuk menguasai mayoritas kursi di parlemen.

“Saya selalu percaya keajaiban,” ucap Morrison kepada para pendukungnya sekitar Sabtu (18/5) tengah malam.

Dengan hasil hitung cepat yang telah berjalan 70 persen ini, pemerintahan Morrison kemungkinan akan tetap berkuasa.

Namun, Australia masih harus menunggu hasil penghitungan resmi pemilu yang dikabarkan tidak akan keluar pekan ini.

Kemenangan Morrison terbilang mengejutkan lantaran berbeda jauh dengan jarak pendapat sebelum pemilu berlangsung. Mayoritas survei memprediksi bahwa partai oposisi, Partai Buruh pimpinan Bill Shorten yang akan menang.

Sementara itu, dikutip Reuters, Shorten juga telah mengakui kekalahannya. Pada Sabtu malam di depan para pendukungnya, Shorten mengatakan Partai Buruh tak bisa membentuk pemerintah karena kalah suara.

Ia juga mengaku telah menelepon Morrison untuk memberi selamat atas hasil pemilu.

“Tanpa ingin membuat dan menahan harapan palsu, Partai Buruh tidak akan bisa membentuk pemerintahan meski masih ada jutaan suara yang harus dihitung dan jumlah kursi yang difinalisasi,” kata Shorten di Melbourne.

Sekitar 16-17 juta warga Australia diperkirakan ikut berpartisipasi dalam pemilu yang berlangsung kemarin. Komisi Pemilihan Umum Australia (AEC) membuka sekitar 7.000 tempat pemungutan suara di seluruh negeri dalam pemilu kali ini.

Jajak pendapat menunjukkan pertumbuhan ekonomi, biaya hidup, lingkungan hidup, dan pelayanan kesehatan menjadi fokus utama sebagin besar pemilih di Negeri Kanguru dalam pemilu kali ini.

Sementara itu, pemilih muda cenderung lebih mengedepankan isu perubahan iklim dan minimnya tempat tinggal seperti perumahan dengan biaya terjangkau. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close