Ekonomi

PLN Beli Daya di PLTG Pasca PLTU Sebalang Terbakar

LAMPUNG, SENAYANPOST.com – Akbat terbakarnya peralatan di PLTU Sebalang pada Kamis (23/8/2018) lalu, menyebabkan beberapa komponen pembangkit listrk mengalami kerusakan, sehingga berdampak pada pengurangan beban (pemadaman) pada beberapa wilayah di Provinsi Lampung secara bergantian.

“PLN hingga saat ini masih terus melakukan pemulihan terhadap kerusakan yang berdampak pada dinonaktifkannya PLTU Sebalang untuk sementara. Pasokan listrik yang seharusnya didapatkan dari PLTU Sebalang akan di-cover oleh pembangkit lain,” ujar Deputi Manajer Hukum dan Humas PT PLN (Persero) Distribusi Lampung, Hendri AH, melalui siaran persnya, di Bandarlampung, Minggu (26/8/2018).

Ia menyebut, ‪musibah kebakaran yang terjadi di PLTU Sebalang mengakibatkan terjadinya defisit daya mencapai 165 MW pada waktu beban puncak (WBP). Pengurangan beban tersebut merupakan langkah antisipasi agar kerusakan tidak memberikan dampak yang lebih besar lagi.

‪”Untuk pemenuhan kekurangan daya, kami sudah melakukan kontrak pembelian IPP (independent power producer) dengan PLTG Sutami untuk daya sebesar 30 MW dan PLTG New Tarahan sebesar 24 MW,” jelas Hendri.

‪Selain melalui kontrak IPP, PLN juga mengupayakan PLTU Tarahan untuk dapat secepatnya kembali memberi pasokan daya setelah menjalani masa pemeliharaan. “Kami menargetkan hari Minggu (26/8/2018) ini PLTU Tarahan Unit 3 akan segera masuk sistem dengan daya sebesar 90 MW setelah menjalani pemeliharaan rutin tahunan,” imbuh Hendri.

‪Dengan tambahan daya yang didapatkan melalui kontrak IPP dari PLTG Sutami dan PLTG New Tarahan, serta masuknya PLTU Tarahan Unit 3, maka secara otomatis kekurangan daya akan ter-cover sebesar 144 MW, dan sisa kekurangan daya diperkirakan hanya 20 MW.

Hendri menyatakan, ‪PLN berupaya untuk menurunkan angka defisit daya sesegera mungkin agar dapat memenuhi kebutuhan energi seluruh pelanggan di Lampung. ‪Sementara, untuk percepatan pemulihan pada PLTU Sebalang, PLN melakukan berbagai upaya dengan keras.

“PLN saat ini melakukan mobilisasi SDM secara maksimal dan menggunakan peralatan dari pembangkit lain sebagai upaya percepatan pemulihan terhadap instrumen pembangkit,” tandasnya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close