PKPI: Kami Tak Mau 13,5 Juta Suara Pemilih Terbuang Sia-sia

PKPI: Kami Tak Mau 13,5 Juta Suara Pemilih Terbuang Sia-sia
Plt Sekjen PKPI, Takudaeng Parawansa

JAKARTA, SENAYANPOST.com - PKPI terus berjuang supaya revisi UU Pemilu bisa terjadi. Salah satu alasan kuatnya, PKPI tak ingin belasan juta suara pemilih sia-sia terbuang begitu saja.

"13.5 juta suara pemilih tidak akan terwakilkan dan akan mematikan Demokrasi di Indonesia," kata Plt Sekjen PKPI, Takudaeng Parawansa atau yang biasa disapa Keke.

Pemilu 2019 lalu, PKPI mendapat suara sebesar 312.775. Atau 0,22 persen jumlah suara Pemilu untuk keseluruhan di 34 Provinsi.

Bagi PKPI, jumlah suara itu bukanlah sekadar angka. Tapi Keke menegaskan, PKPI perlu memperjuangkan jumlah itu.

Walaupun jumlah sangat kecil, namun tidak sedikit juga rakyat berharap PKP Indonesia membawa perubahan berarti di Indonesia. Suara PKPI cukup dominan di wilayah Indonesia Timur seperti di NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua serta Papua Barat. 

Sebagian lainnya memang harus terus berjuang dengan kekuatan yang harus terus diperjuangkan adalah Bangkitnya PKPI di Jawa, Bali, NTB dan Sumatera.  

Satu suara warga kecil di dalam demokrasi sama kuatnya dengan suara kelas menengah atau atas sehingga hal inilah yang menjadi concern PKPI saat ini untuk terus memperjuangkannya.

"Jadi kalau ada partai yang menolak wacana revisi UU Pemilu, apa mereka tak memikirkan suara-suara yang sudah memilih mereka waktu itu," jelas Keke.

Sebagai parpol yang berjiwa Nasionalis, PKPI akan terus berjuang menyuarakan suara rakyat meski saat ini belum memiliki kursi di DPR RI. 

"Suara Rakyat adalah Suara Tuhan, harus konsisten menjalaninya," tutup Keke.