PKPI Desak Pemkot Serang Cabut Kebijakan Larangan Buka Restoran Siang Hari

PKPI Desak Pemkot Serang Cabut Kebijakan Larangan Buka Restoran Siang Hari
Plt Sekjend PKPI Ir. Takudaeng Parawansa

SERANG, SENAYANPOST.com - PKP Indonesia tidak setuju dengan kebijakan Pemkot Serang melarang seluruh rumah makan buka siang hari selama bulan puasa. Indonesia bukan terdiri dari satu agama saja. Indonesia adalah bangsa yang majemuk dan penuh keberagaman.

"Keberagaman itu yang seharusnya membuat Indonesia menjadi semakin besar. Dan di Kota Serang, ada banyak warga lain yang tak ikut menjalankan ibadah puasa, itu juga harus kita hargai," kata Plt Sekjend PKPI Ir. Takudaeng Parawansa yang biasa dipanggil Keke.

Pemkot Serang mengeluarkan Surat Edaran yang penuh kontroversi. Surat itu jadi landasan aparatur di Pemkot Serang, melarang seluruh restoran, rumah makan, warung nasi, dan kafe sejenisnya buka selama pukul 04.30 WIB hingga 16.00 WIB.

PKPI yakin, warga non muslim akan menghormati umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa di Kota Serang. PKPI yakin dengan semangat toleransi di kota itu. 

"Jadi tidak perlu diatur sampai sedemikian detail," lanjut Keke.

Keberadaan rumah makan tentu bisa menggerakan ekonomi agar tetap menggeliat. Di samping itu, rumah makan juga diperlukan bagi warga lain yang tidak berpuasa. Bahkan bagi umat muslim yang memang punya alasan kuat untuk tidak bisa berpuasa.

"Bagaimana dengan yang sakit karena rekomendasi dokter dia tidak berpuasa," ungkap Keke. 

PKPI berharap Pemkot Serang mau berbesar hati dengan mencabut larangan itu. Apalagi Kementerian Agama juga sudah memberi pandangan kalau langkah yang diambil Pemkot Serang itu dianggap berlebihan.

Keke juga berharap seluruh rumah makan bukan saja tertib dalam menjaga protokol kesehatan. Tapi juga ikut menghormati umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.