Nasional

PKB Usul Tes Pancasila di BUMN

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Penangkapan seorang pegawai perusahaan BUMN PT Krakatau Steel terkait kasus terorisme, ditanggapi Anggota Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq.

Ia mengusulkan tes tentang kebangsaan dan ideologi Pancasila tidak hanya diterapkan dalam seleksi calon pegawai negeri sipil (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga terhadap pegawai perusahaan BUMN.

“Mengantisipasi paham radikal dan teror masuk di ASN atau BUMN memang perlu ada seleksi yang ketat bagi siapapun yang mau masuk BUMN, ASN termasuk dites bagaimana komitmen kebangsaannya soal ideologi pancasila soal NKRI,” kata Maman kepada wartawan, Jumat (15/11/2019).

Tak hanya itu, Maman menganggap perlu dilakukan pembinaan secara simultan di masjid-masjid dalam kompleks perusahaan BUMN saat ini.

Merujuk hasil riset Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) dan Rumah Kebangsaan, ada 41 masjid di lembaga negara yang tersebar di Jakarta terindikasi terpapar paham radikal. Sebanyak 37 Masjid di BUMN turut termasuk di antaranya.

Melihat hal itu, Maman mengatakan masjid-masjid BUMN perlu dipegang dan diurus oleh pejabat eselon II atau setingkat direktur sebagai penanggungjawab utamanya. Menurutnya, saat ini kondisi di masjid-masjid BUMN hanya dipegang oleh pihak yang tak memiliki jabatan strategis sehingga sangat membahayakan.

“Supaya bisa terlihat kalau ada suatu masjid mengajarkan paham radikal terorisme dan sebagainya itu tinggal dipertanggungjawabkan adalah direktur tersebut,” kata Maman.

Maman turut menyarankan agar pemerintah rutin mengundang tokoh-tokoh agama yang berhaluan Islam moderat untuk berceramah di masjid-masjid BUMN. Itu perlu dilakukan dalam upaya pembinaan sistematis agar para pegawai BUMN tak terpapar radikalisme lewat ceramah yang didengarkannya.

“Jangan sampai terjadi pembiaran di beberapa BUMN termasuk di Kemenkeu dan juga beberapa kementerian yang dibiarkan kelompok radikal itu mengusai beberapa teman, apalagi kalo menjalar ke TNI dan Polri,” kata dia. (JS)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close