Ekonomi

Pingin Dana LPDB, UKM Bali Tak Perlu Mengurus Sampai Jakarta

DENPASAR, SENAYANPOST.com – Pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Bali tidak perlu datang ke Jakarta untuk mengurus pinjaman dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM).

Mereka cukup mengajukan proposal melalui kantor satgas LPDB yang berada di Bali, Dinas Koperasi Kabupaten/Kota, dan perusahaan penjaminan yang sudah bekerjasama dengan LPDB.

“Proposal pinjaman dapat dikirimkan melalui jasa pengiriman dokumen. Sangat mudah,” kata Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo di Sanur, Bali, Jumat (29/6/2018).

Ia menambahkan, kini LPDB sudah menerapkan sistem jemput bola. Itu berarti pelaku KUKM tidak perlu datang ke Jakarta untuk mendapatkan pinjaman dana bergulir tersebut.

“Sistem jemput bola kami terapkan bukan karena ingin membatasi pelaku KUKM datang ke Jakarta, tetapi untuk menekan biaya transportasi dan penginapan yang mereka keluarkan dan anggapan pengajuan ke LPDB susah,” ujarnya.

Ia mengatakan, KUKM layak dibiayai karena memiliki prospek cerah dan produknya telah memiliki pasar tersendiri.

Pelaku KUKM di Bali khususnya, potensinya sangat bagus dan dari sisi kreativitas juga tinggi.

“Seperti pelaku usaha fashion dan ekonomi kreatif lainnya, merek sudah mampu menembus pasar luar negeri,” katanya.

Braman Setyo menambahkan, sejak LPDB berdiri 2006 hingga Mei 2018, sudah ada Rp 467 miliar dana tersalurkan ke para pelaku UKM maupun koperasi di Bali.

Dari jumlah dana pinjaman tersebut, lanjut Braman, Rp173 miliar di antaranya sudah lunas dan Rp103 miliar dana masih berputar di para pelaku KUKM. (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close