Parlemen

Pimpinan DPR Pernah Jadi Pasiennya Dokter Terawan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto mengakui temuan dokter Terawan Agus Putranto soal metode ‘cuci otak’ telah memberikan manfaat bagi banyak orang. Khususnya terkait DSA (Digital Substracion Angiography) sehingga mampu menolong pasien agar terhindar dari stroke.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Dewan Penasihat Partai Demokrat itu di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (6/4/2018). Hal disampaikan menyusul sanksi etik oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) berupa pemberhentian sementara dari organisasi profesi dokter itu.

Menurut Agus, inovasi dokter Terawan terbukti manfaat bagi banyak orang. Khususnya penderita stroke.

“Kita ketahui dokter Terawan ini seorang dokter yang berjasa,” ujarnya.

Seharusnya IDI memberikan penghargaan atas upaya dokter Terawan tersebut, karena metode DSA-nya tak hanya diakui di dalam negeri, tapi juga di luar negeri.

“Sebagai bangsa Indonesia rasanya kalau ada masyarakat yang punya prestasi gemilang, diakui dunia, tentunya ini harus diberikan penghargaan yang terbaik. Bukannya disanksi,” tambah Agus.

Agus sendiri mengaku pernah menjadi pasien dokter Terawan. Dimana metode “cuci otak” itu memberikan efek yang positif terhadap dirinya.

“Saya pernah menjadi pasien dokter Terawan dan hasilnya cukup bagus, cukup menggembirakan,” jelas Agus lagi.

Sebelumnya, Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prijo Sidipratomo mengungkapkan, pemberhentian sementara dilakukan karena Terawan dianggap melakukan pelanggaran kode etik kedokteran.

“Pelanggaran kode etik itu yang pasti kami tidak boleh mengiklankan, tidak boleh memuji diri, itu bagian yang ada di peraturan etik. Juga tidak boleh bertentangan dengan sumpah doker,” kata Prijo, Selasa (3/4/2018). (AF)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close