Pilkada 2018, Pertarungan Asimetris

08:47
425
PILKADA RASA PILPRES -- Inilah wujud nyata pesta demokrasi pemilihan pimpinan daerah di separuh Republik ini. Ada sejumlah catatan menarik di seputar pilkada serentak ini. Rakyat mendapat suguhan sejumlah manuver atraktif dari para calon maupun parpol.

PROSES pendaftaran semua pasangan calon kepala daerah dalam pilkada serentak 2018 usai sudah. Semua paslon dan partai-partai politik pengusung paslon bersiap menunggu penetapan KPU tentang paslon-paslon yang berhak berlaga di pilkada. Hiruk pikuk politik akan terus berlangsung di tengah masyarakat sampai pelaksanaan pilkada beberapa bulan ke depan.

Inilah wujud nyata pesta demokrasi pemilihan pimpinan daerah di separuh Republik ini. Ada sejumlah catatan menarik di seputar pilkada serentak ini. Rakyat mendapat suguhan sejumlah manuver atraktif dari para calon maupun parpol.

Bagi para calon peserta pilkada inilah momemtum untuk pertarungan dan pertaruhan total. Segala potensi yang ada dikerahkan. Ada petahana yang mengandalkan sisa-sisa kekuasaannya. Ada calon yang memanfaatkan potensi kekerabatan dan komunitasnya yang berorientasi pada suku, agama, ras, dan golongan. Manuver akrobatik pun tak sungkan-sungkan diperagakan parpol-parpol pengusung.

Catatan penting pertama adalah pilkada 2018 ini semi Pemilu 2019 yang menyerentakkan pemilihan anggota legislatif dengan pemilihan Presiden. Wajar jika ada yang mengatakan Pilkada 2018 rasa Pilpres. Maklum dari 34 provinsi di Indonesia ada 171 pilkada dan 17 pemilihan gubernur. Di Pulau Jawa pemilihan gubernur akan berlangsung di tiga provinsi besar: Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Di ketiga provinsi ini dinamikam politiĺk sangat tinggi, pemberitaan media massa juga paling gencar.

Jika Pilkada 2018 ini rasa Pilpres, toh juga ada catatan menarik, tidak simetrisnya koalisi di beberapa daerah dengan bayangan koalisi pilpres yang dikotomis terbagi dua: pendukung Jokowi dan Prabowo. Jawa Barat memang tidak terjadi pemisahan koalisi yang aneh. Gerindra bersama PKS dan PAN. Golkar dengan Demokrat, PDI sendirian mengusung paslonnya. Nasdem dengan PKB, PPP, dan Hanura. Empat paslon bertarung.

Di Jawa Tengah akan terjadi head to head dua paslon, lagi-lagi asimetris. PDIP, Golkar, PPP, Nasdem, dan Demokrat berada di satu kubu, Sementara Gerindra satu barisan dengan PKB dan PKS. Demokrat yang biasanya tidak familier dengan PDIP kali ini berjuang bareng. Demikian juga Gerindra dengah PKB.

Comments

comments