Tak Berkategori

Pilgub 2018, PDIP Menang di 4 Provinsi, Golkar 9 Provinsi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Raihan negatif PDIP pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 tidak mempengaruhi posisi Partai Golkar sebagai pengusung Presiden Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2019.

Berdasarkan hitungan cepat sejumlah lembaga survei partai berlambang banteng itu mendapatkan perolehan suara sebesar 23,5 persen atau menempati posisi dua terbawah.

Dari 17 provinsi PDIP hanya menang di empat provinsi.

Sementara Partai Golkar mendapatkan torehan positif dengan perolehan suara sebesar 52,9 persen atau menempati posisi dua teratas.

Dari 17 provinsi Partai Golkar menang di sembilan provinsi.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan posisi partai berlambangkan banteng itu tetap menjadi pengusung utama Jokowi berdasarkan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 lalu, bukan semata berpatokan pada hasil Pilkada.

“Kan kita pemilu berdasarkan pemilu 2014 tentu pengusung beliau berbasis pada itu,” terang Airlangga saat berkunjung ke Kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jakarta, Kamis (28/6/2018).

Saat ditanya mengenai niat Partai Golkar untuk merebut posisi sebagai pengusung utama Jokowi di Pemilu 2019 karena raihannya yang cukup cemerlang, Airlangga enggan untuk menjawabnya.

“Pertanyaan itu saya sepakat dengan ketua umum PPP tidak perlu ditanggapi dulu,” terang dia.

Menurut Airlangga torehan positif Golkar dan PPP justru menjadi modal yang bagus terhadap koalisi pemerintah. Pihak koalisi pemerintah, kata Airlangga, bakal terus melakukan komunikasi intesif untuk memperkuat koalisi.

“Modal politik ini perlu ditindaklanjuti dengan langkah kongkrit termasuk komunikasi yang intens antara ketua umum partai dan presiden ini mungkin akan ditingkatkan,” ujar dia.

Kesepakatan Konsolidasi Partai Pengusung Jokowi

Airlangga melakukan pertemuan dengan Ketua Umum PPP Romahurmiziy pada Kamis (28/6) sore di Kantor DPP PPP. Pada pertemuan itu, Airlangga dan Romy sepakat untuk segera melakukan konsolidasi partai pengusung Jokowi di Pilpres 2019. Hal itu karena tenggat waktu pendaftaran capres dan cawapres sudah dekat.

“Kita membangun kesepakatan bersama untuk bersama-sama segera melakukan penyiapan konsolidasi partai pengusung Pak Jokowi 2019. Ini untuk agenda Pilpres dalam waktu dekat kurang dari 40 hari kedepan sudah akan dimulai pendaftaran Pilpresnya,” terang dia.

Senada, Airlangga menilai konsolidasi antar partai pendukung pemerintah harus lebih intensif dan kuat menjelang tenggat waktu pendaftaran capres dan cawapres.

“Di antara ketua umum partai juga kami mencoba menjalin semacam protokol atau pengertian sehingga kita tidak bisa kedepan dipecah belah lagi ini nanti kekuatan yang mendukung bapak presiden,” ujarnya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close