Politik

Pidato Prabowo Penuh Caci Maki, Ma’ruf Amin: Makanya Saya Suka Jokowi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin mengaku tak nyaman dengan pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang sering kali mengumbar umpatan dan caci maki.

Seperti pidato yang disampaikan di Cikampek, di mana dalam pidatonya, Prabowo menyebut jika elite Indonesia gobl*k dan bermental maling.

Menanggapi itu, Ma’ruf meminta agar Prabowo menyebutkan nama pelaku atau elite yang membohongi publik itu.

“Elitenya mana? Orangnya mana? Tunjuk saja, yang bohongi publik mana? Gitu loh,” tutur Ma’ruf di Jakarta, Senin.

Ma’ruf juga mengatakan pidato kontroversial Prabowo tersebut hanya membuat situasi gaduh dan orang-orang menjadi saling tunjuk.

“Jangan lempar begitu, yang kena siapa nanti, ini saling tunjuk, oh kamu, kamu, nanti begitu, jangan lempar tidak jelas,” ujarnya.

Ia meminta Prabowo langsung saja menunjuk elite yang dia maksud dalam pidatonya. “Tunjuk nama, tunjuk hidung saja,” ucapnya.

Ma’ruf lantas membandingkan sikap Presiden Joko Widodo dengan Prabowo yang jauh berbeda.

Ketua MUI ini lebih menyukai Jokowi yang menurutnya lebih banyak bekerja tanpa banyak bicara.

“Makanya saya suka Pak Jokowi karena yang penting kerja, tidak usah mengucapkan. Politik itu kan sebaiknya tidak diucapkan, tapi dilaksanakan, dikerjakan. Jadi kerja, kerja, jangan bikin statement yang bikin gaduh saja,” ungkap Ma’ruf.

Ma’ruf juga menambahkan sebaiknya Prabowo memberikan pendapatnya untuk memajukan negara dan bukan menghujat.

“Ya kira-kira begitulah, konsepnya mana, pendapatnya mana untuk memajukan bangsa,” katanya.

‎Sebelumnya, Prabowo menyebut ketimpangan ekonomi yang terjadi saat ini disebabkan oleh kalangan elite yang rakus.

“Jangan-jangan karena elite kita yang g*blok atau menurut saya campuran. Sudah serakah, mental maling, hatinya beku, tidak setia pada rakyat, hanya ingin kaya di atas penderitaan rakyat,” kata Prabowo Sabtu (31/3) lalu.

Prabowo juga menyebut jika elite Jakarta penuh tipu.

“Saya males di Jakarta. Elite di Jakarta itu, haduh. Jadi saya jarang hadir di dalam situ. Udah masuk ke ruangan seperti ini, saya lihat mukanya itu penuh tipu. Saya lebih seneng melihat muka kalian ini. Tampang kalian miskin tapi jujur,” katanya.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close