Pidato Menyambut Ramadhan

Pidato Menyambut Ramadhan
Foto dari Imam Anshori Saleh

HARI itu akhir bulan Sya‘ban. Esok harinya, bulan Ramadhan yang agung. Kaum Muslim di Madinah pun sangat bersukacita menyambut kedatangan bulan penuh berkah tersebut. 

Melihat semangat membara warga Madinah tersebut, Rasulullah Saw. meminta mereka berkumpul. Selepas mereka hadir, beliau pun berpidato:

“Wahai manusia! Kini telah dekat kepada kalian satu bulan agung, bulan yang sarat dengan berkah. Juga, bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik ketimbang seribu bulan. Inilah bulan yang Allah telah menetapkan puasa pada siang harinya sebagai kewajiban dan shalat (sunnah) di malam harinya sebagai shalat sunnah. Barang siapa ingin mendekatkan diri kepada Allah di bulan ini dengan suatu amal sunnah, maka pahalanya seolah ia melakuan amal yang wajib pada bulan-bulan lain. Dan, barang siapa melakukan amal wajib di bulan ini, maka ia akan dibalas dengan pahala seolah ia telah melakukan tujuh puluh amal wajib pada bulan-bulan lain. 

Inilah bulan kesabaran dan imbalan atas kesabaran adalah surga. Inilah bulan simpati terhadap sesama. Pada bulan inilah rezeki orang-orang yang beriman ditingkatkan. Barang siapa memberi makan (untuk berbuka puasa) kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan balasan keampunan atas dosa-dosanya dan pembebasan dari Neraka Jahannam. Selain itu, ia juga memeroleh ganjaran yang sama sebagaimana ganjaran yang dikaruniakan atas orang yang berpuasa tersebut.Tanpa sedikit pun mengurangi pahala yang orang yang berpuasa itu!”

Sejenak kemudian Rasulullah Saw. berhenti berpidato. Tiba-tiba seseorang di antara mereka mengeluh kepada beliau, “Wahai Rasul! Tidak semua di antara kami memiliki sesuatu yang dapat diberikan kepada orang yang sedang berpuasa untuk berbuka!”

“Allah akan mengaruniakan balasan ini kepada seseorang yang memberi buka walau hanya dengan sebiji kurma.Atau seteguk air.Atau seisap susu. Inilah bulan yang pada sepuluh pertamanya Allah menurunkan rahmat.Sepuluh hari pertengahannya Allah memberikan ampunan.Dan, sepuluh hari yang terakhir Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari Neraka Jahannam. 

Barang siapa yang meringankan beban hamba sahayanya pada bulan ini, Allah Swt. akan mengampuninya dan membebaskannya dari neraka. Perbanyaklah di bulan ini dengan empat hal. Dua hal dapat mendatangkan keridhaan Tuhan kalian. Sedangkan yang dua lagi kalian pasti memerlukannya. Dua hal yang mendatangkan keridhaan Allah adalah hendaklah kalian mengucapkan syahadat (persaksian bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah) dan istighfâr (permohonan ampun kepada-Nya) sebanyak-banyaknya. Sedangkan dua hal yang kalian pasti memerlukannya adalah hendaklah kalian memohon kepada-Nya untuk masuk surga dan berlindung kepadanya dari Neraka Jahannam. Dan, barang siapa memberi minum kepada orang yang berpuasa (untuk berbuka), Allah akan memberinya minuman dari telagaku yang dengan sekali teguk saja ia tak kan pernah kehausan lagi hingga ia memasuki surga!” (*)