Opini

Pesona Jan Ethes dalam Panggung Politik

SEBUAH meme di Facebook menampilkan gambar Jan Ethes yang sedang melambaikan tangan, diberi narasi bertuliskan, “Hai, om, tante , dan semuanya pilih eyangku ya….muuuach…!” Disukai dan dikomentari oleh ribuan orang.

Bukan hanya itu. Ada banyak meme terkait bocah balita berusia 3 tahun itu di medsos. Jan Ethes Srinarendra terlahir 10 Maret 2016 dari pasangan Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda.

Balita lucu dan menggemaskan itu, mengundang perhatian khalayak setelah sering dibawa oleh Joko Widodo (Jokowi). Yang kebetulan Presiden Republik Indonesia yang sedang menjabat. Dan kebetulan pula sedang menjadi kandidat presiden untuk periode 2019-2024.

Sebagai seorang cucu yang masih balita, yang sepertinya sangat dekat dengan eyangnya (kakek), tentu tidak ada tempat dan waktu yang salah, Jan Ethes bersama Jokowi. Tetapi Presiden Joko Widodo terlihat sangat mengenal etika terkait cucunya tersebut.

Presiden Jokowi bersama cucunya, Jan Ethes. (Foto.tempo)

Hal itu terbukti, ia membatasi ruang dan waktu untuk sang cucu. Buktinya, Jokowi tidak mengajak Jan Ethes ke panggung debat, tidak membawanya ke panggung upacara ketika menjadi inspektur upacara pada 17 Agustus, tidak membawanya ke rapat kabinet, tidak membawanya ke pidato penyampaian RAPBN di DPR. Dan tidak pernah sekalipun terlihat di acara resmi kenegaraan. Juga tidak dibawa ke dalam rapat dengan pemimpin negara sahabat.

Jan Ethes dan Jokowi kerap terlihat bercengkrama di acara-acara santai bersama keluarga. Juga di acara-acara non kenegaraan. Acara paling serius yang terlihat mereka bersama adalah saat sholat. Kedekatannya, adalah sangat manusiawi antara seorang kakek dan cucu.

Bukan mengada-ada atau sandiwara. Karena begitulah kehidupan sehari-hari manusia di dunia ini, terutama di Indonesia, hubungan kakek/neneknya dan cucu, melebihi hubungan orangtua-anak kandung. Mungkin Tuhanlah yang menanam emosi itu, karena hampir setiap manusia yang sudah punya cucu, selalu ingin bercengkrama bersama sang cucu.

Adalah Hidayat Nurwahid, seorang petinggi PKS, anggota DPR dan mantan Ketua MPR yang mengoyak ikatan suci manusia antara cucu dan kakek, yang sudah ada sepanjang sejarah manusia, dengan mengancam melaporkan hubungan akrab sang cucu dan sang kakek, ke Bawaslu.

Kehadiran Jan Ethes bersama Jokowi di tempat umum, yang kerap ditangkap kamera wartawan atau warganet, telah melahirkan sebuah kecemasan tersendiri bagi lawan politik Jokowi. Terlebih ada relawan Jokowi yang mengatakan bahwa Jan Ethes menjadi nilai plus buat sang kandidat nomor urut 01 itu.

Terlepas benar atau tidak kehadiran Jan Ethes membawa nilai lebih buat pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, yang jelas kemunculannya telah menyemarakkan panggung politik Indonesia.

Jokowi beruntung memiliki cucu seperti Jan Ethes (tentunya semua orang yang punya cucu beruntung karena ada yang melanjutkan keturunan), yang ternyata disukai banyak orang. Sebuah komentar di medsos menyebutkan, “saya akan memilih eyangmu Ethes.”

*Penulis, pengamat sosial politik dan parapsikologi. Tinggal di Jakarta.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close