Lintas Daerah

Pesawat Pembawa Jenazah Xherdan, Korban Lion Air Mendarat Darurat di Palembang

LAMPUNG, SENAYANPOST.com – Pemakaman jenazah Xherdan Fachridzi (4) putra almarhum Wahyu Alldila (32), warga asal Pringsewu, Provinsi Lampung, korban pesawat jatuh Lion Air JT 610 tertunda pemakamannya karena cuaca buruk di Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (18/11/2018).

Pesawat yang membawa jenazah dan rombongan keluarga Xherdan tidak dapat mendarat di Pangkal Pinang dan sementara singgah di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Selama di Palembang, mereka tidak keluar dari dalam pesawat.

Adik bungsu Wahyu, Viki mengatakan, mereka bertolak dari Hotel Ibis, dimana keluarga korban pesawat jatuh menginap pukul 03.30 WIB. Kemudian mereka berangkat dari bandara di Jakarta sekitar pukul 07.20 WIB. Semestinya, sekitar pukul 09.00 WIB mereka sudah sampai di Pangkal Pinang.

“Karena di Pangkal Pinang cuaca buruk, kami mendarat darurat di Palembang,” ujar Viki.

Karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan tersebut, pemakaman jenazah Xherdan tertunda. Padahal rencananya, jenazah begitu sampai, jenazah disolatkan dan selanjutnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum setempat.

Diketahui dari hasil sidang rekonsiliasi pada Sabtu (17/11/2018) pukul 11.00 WIB di RS Bhayangkara TK I RS Soekanto, ada penumpang yang dinyatakan teridentifikasi, di antaranya bocah laki-laki, Xherdan Fachridzi.

Xherdan merupakan anak Wahyu, warga Pringsewu, Provinsi Lampung, yang kini tinggal di Pangkal Pinang untuk bekerja di perusahaan pertambangan timah dan isteri Wahyu, Puteri, yang merupakan warga Pangkal Balak, Pangkal Pinang.

Wahyu bekerja di Pelindo, Tanjungpriok dan tahun 2011 baru pindah ke Pangkal Pinang. Alumni SMA 2 Pringsewu ini memiliki dua anak, salah satunya Xherdan yang diajak ke Jakarta dan hendak pulang ke Pangkal Pinang naik Lion Air.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close