Perusak Kantor NU di Magelang Jebolan Pelatihan Poso

Perusak Kantor NU di Magelang Jebolan Pelatihan Poso

SEMARANG, SENAYANPOST.com – Polisi menyebut, NA (44), pelaku perusakan kantor Nahdhliyin Centre, kantor DPC PDIP, dan dua Gereja di Magelang pernah mengikuti pelatihan ala militer di Poso, beberapa tahun lalu.

Namun, Polisi yang melakukan pendalaman penyelidikan belum menemukan keterlibatan pelaku dengan suatu jaringan kelompok teroris.

“Yang terbaru itu, pelaku ternyata alumni pelatihan di Poso tahun 2001. Tapi apakah ada kaitannya dengan kelompok teroris, kita masih mendalami,” kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono di Semarang, Selasa (30/10/2018).

Hasil penyelidikan sebelumnya, NA melakukan perbuatannya secara individu, dan tidak terafiliasi oleh kelompok ormas atau agama tertentu. Aksi perusakan itu sendiri dilakukan NA karena dipicu kasus pembakaran bendera tauhid di Garut, Jawa Barat.

“Hasil penyidik, pelaku bukan dari ormas, atau kelompok agama tertentu. Dia beraksi sendiri karena ikut emosional atas kasus pembakaran bendera di Garut. Padahal kasus tersebut sudah ditangani secara profesional, yang membawa bendera jadi tersangka, yang membakar ya jadi tersangka,” ujar Condro.

NA yang kesehariannya bekerja sebagai penjual madu dan buku Agama, ditangkap aparat Polres Magelang pada Sabtu (27/10) saat akan pulang ke rumahnya di Desa Gulon, Kecamatan Salam Kabupaten Magelang.

Aksi perusakan dilakukan NA dilakukan pada Jumat (26/10) di 5 titik yakni di Nahdliyin Center Magelang, dua gereja, satu sekolah milik yayasan Katolik, dan kantor DPC PDIP Magelang.