Peristiwa

Perusahaan Milik Jack Ma PHK Sepihak 12 Karyawan Indonesia

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Perusahaan teknologi informasi asal China, UCWeb Inc. Alibaba Group melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak kepada 12 karyawannya di Indonesia. Anak perusahaan milik orang terkaya China, Jack Ma, itu kini bersengketa dengan para pekerja.

Salah satu karyawan, Rizky Fadhulloh mengatakan PHK dilakukan UCWeb Inc. secara sepihak dengan dalih perubahan strategi perusahaan, bukan karena para karyawan tersebut melakukan kesalahan dalam bekerja.

Dengan alasan itu, 12 karyawan tak diikutsertakan lagi dalam strategi baru tersebut sehingga harus menerima PHK.

Pengumuman PHK itu disampaikan pada 20 Desember 2018. Satu per satu karyawan dipanggil untuk menghadap perwakilan tiga perusahaan yang terkait dengan para pekerja, yaitu UCWeb Inc., Channel Beyond, dan CAD Solusindo.

Terkait status dan urusan kepegawaian para karyawan yang di-PHK, UCWeb Inc. tidak mengalihkan kuasanya secara langsung kepada PT CAD Solusindo, melainkan melalui perusahaan bidang sumber daya manusia, Channel Beyond, yang berkedudukan di Guangdong, China.

Namun, karena perusahaan tersebut tidak memiliki badan hukum di Indonesia, maka harus bekerja sama dengan perusahaan berbadan hukum di Indonesia, dalam hal ini PT CAD Solusindo.

Setelah ada penetapan itu, maka 12 orang dianggap bukan lagi karyawan UCWeb Inc. per 21 Januari 2019. Pihak perusahaan hanya memberikan gaji Desember, upah Januari hingga tanggal 20, bonus kinerja karyawan pada 2018, serta uang kerohiman dari pihak CAD Solusindo yang diklaim sebagai uang kompensasi.

Para karyawan yang di-PHK menilai pihak perusahaan telah menafikan hak karyawan dan tidak mau bertanggung jawab atas pembayaran sisa masa kontrak kerja yang belum habis. Hal ini diatur dalam Pasal 62 UU Ketenagakerjaan.

“Perusahan belum mau mengakomodasi tuntutan karyawan yang menjadi hak dasar dan diatur undang-undang untuk memenuhi sisa masa kontrak hingga waktu yang ditentukan,” kata Rizky, Jumat (8/2/2019).

Para karyawan juga menilai, PHK sepihak tersebut melanggar Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Mereka berpendapat perusahaan tidak mengindahkan pasal 151 dan 152 UU tersebut.

Rizki mengatakan, 12 karyawan pada awalnya menolak dikenakan PHK. Namun seorang karyawan akhirnya menerima PHK dengan alasan memiliki tanggungan keluarga. Hingga kini, kesebelas karyawan lainnya tetap menolak PHK tersebut. Mereka telah melaporkan kasus ini ke Dinas Ketenagakerjaan DKI Jakarta.

“Kami menunggu panggilan klarifikasi dari Disnaker untuk mengundang kedua pihak, karena dalam proses bipartit, perundingan tidak ada titik temu,” ujar Rizky.

Dia mengatakan, pihak PT CAD Solusindo hingga kini masih menahan gaji Januari, bonus tahunan, dan kompensasi yang dijanjikan akan dibayar pada Kamis (7/2/2019). Alasan perusahaan, kata Rizky, 11 karyawan tidak mau menandatangani surat perjanjian bersama.

Surat itu berisi perjanjian bahwa karyawan tidak boleh menuntut apapun. Sementara pihak perusahaan, dalam hal ini PT CAD Solusindo, berkuasa untuk mencabut segala gugatan yang dilayangkan oleh karyawan yang di-PHK secara sepihak.

“Kami dipaksa menandatangi PHK ini dengan judul perjanjian bersama, yang mana belum ada kata sepakat untuk kompensasi yang diharapkan,” kata Rizky.

Di pihak lain, UCWeb Inc. menolak berkomentar terkait PHK 12 karyawannya. Senior HR Manager UCWeb Inc. Ahmad Iqbal mengatakan perusahaannya menyerahkan urusan kepegawaian ini kepada PT CAD Solusindo.

“Itu karyawan outsourcing, bukan karyawan UCWeb. Saya tidak punya penjelasan, karena yang menjelaskan ke pihak luar bukan saya. Silakan kontak ke pihak CAD,” kata Iqbal saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com.

Sementara pihak PT CAD Solusindo belum mau memberikan penjelasan terkait PHK 12 karyawan yang bekerja di UCWeb Inc.

“Saya belum bisa komentar. Apapun yang ditanya, saya belum bisa menjawab. Kalau sekarang kami belum bisa memberikan komentar apapun,” kata Mega dari PT CAD Solusindo.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close